Head LineKriminalPemda

KETUA DPRD AHMAD SANUSI MASIH BUNGKAM SOAL DUGAAN KETERLIBATANNYA DALAM PENJUALAN TANAH MAKAM

MODUS KEJAHATANNYA MULAI TERUNGKAP

CIGANEA (eNPe.com) – Katua DPRD Purwakarta Ahmad Sanusi, saat dilantik menyatakan akan meningkatkan kinerja Dewan dengan amanah, jujur dan berintegritas. Tapi untuk urusan pribadinya, terkait kepentingan orang banyak, Dia lebih suka diam.

Ketika dimintai konfirmasi soal dugaan keterlibatannya dalam jual beli tanah kuburan, Amor sapaan akrab Ahmad Sanusi, hanya menyatakan,”Wah, saya baru dengar.”

Ahmad Sanusi menjawab itu melalui sms beberapa wakt lalu kepada eNPe.com. Tapi ketika diminta penjelasan lebih jauh, sudah dua hari Amor lebih memilih diam.

ZAENAL ABIDIN

Sebelumnya, Ketua KMP Zaenal Abidin meminta agar dugaan keterlibatan Ketua DPRD diusut tuntas.

“Kasus ini masuk kategori tindak pidana, karena ada skandal penjualan aset desa. Dan kalau benar Ketua Dewan menjamin bahwa transaksi itu legal, bisa masuk kategori turut serta dalam tindak kejahatan. Pasal 55 bisa berlaku,” jelas Zaenal.

Ia menekankan pentingnya hukum tidak tebang pilih. “Keadilan mesti tajam ke mana saja,” jelas Zaenal.

MODUSNYA TERUNGKAP

Kepala Desa Campakasari Abdul Kadir mengakui adanya kasus jual beli tanah makam desa ini. “Ini kasus lama, kenapa diungkap lagi. Toh masalah ini juga sudah diselesaikan di Polres,” jelasnya.

Dari hasil penelusuran dari sejumlah warga terungkap bahwa jual beli ini terjadi pada 18 Januari 2018. Kasus ini berawal ketika pengusaha properti asal Jakarta akan membebaskan lahan untuk perumahan. Tapi di tengah lahan itu ada tanah makamnya.

Atas perintah Kades, tanah itu diduga kemudian dipecah menjadi tidak bidang. Untuk menerbitkan SPPT, Kades kemudian memerintahkan adiknya AKR untuk mengurus pemecahan lahan itu.

Tanah makam itu kemudian dipecah menjadi tiga SPPT atas nama Amun, Abun dan Eman. Ketiga warga ini sekarang menjadi saksi kunci atas penjualan tanah makam ini.

Tanah itu setelah dipecah dijual ke pengusaha properti dari Jakarta Rp 200 ribu per meter. Atau dengan luas lahan 5.124 meter, Kades saat itu mendapat uang sebesar Rp 1,024 miliar.

Sementara tiga warga yang berperan memecah surat menjadi tiga SPPT mendapat fee masing-masing Rp 5 juta per orang.

Dalam transaksi gelap tanah makam ini, Ketua DPRD diduga menjamin bahwa transaksi ini aman. (nur/KDR).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *