BisnisHead LineKriminalPemda

KETUA DPRD PURWAKARTA AHMAD SANUSI (AMOR) DIDUGA TERLIBAT DALAM KASUS JUAL BELI TANAH MAKAM DESA CAMPAKASARI

KETERLIBATAN KETUA DEWAN MESTI DIUSUT TUNTAS

PURWAKARTA (eNPe.com) – Dugaan keterlibatan Ketua DPRD Purwakarta Ahmad Sanusi, atau lebih sering disapa Amor, dalam kasus penjualan tanah makam di Desa Campakasari, mesti diusut tuntas. Menurut satu aktivis antikorupsi, kasus ini bisa masuk dalam kategori tindak pidana.

Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) Zaenal Abidin menegaskan hal itu kepada eNPe.com hari ini (26/9). “Penjualan makam milik desa masuk pidana. Apa yang sedang dilakukan Polres untuk mengungkap kasus ini mesti sampai ke anggota Dewan. Keadilan mesti tegak tanpa pandang bulu,” jelas Zaenal.

ZAENAL ABIDIN

Menurutnya, dugaan keterlibatan Amor pada kasus ini bisa masuk dalam pasal turut serta. “Maka dari itu kami meminta agar Polres mengusut tuntas,” jelasnya.

Satu anggota DPRD Purwakarta, Amor diduga terlibat dalam kasus dugaan penjualan Tanah Pemakaman Umum (TPU) milik pemerintah Desa Campakasari, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, seluas 5.124 M2. Pasalnya, penjualan tanah makam kepada developer perumahan mendapat jaminan dari oknum anggota DPRD Purwakarta tersebut.

Apalagi, ditengarai dalam kasus penjualan tanah desa ini, selain mendapatkan jaminan dari oknum anggota dewan  ternyata ada aliran dana kepada oknum anggota DPRD tersebut, diduga dalam kontek utang piutang.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, penjualan tanah makam seluas kurang lebih 5.124 M2 terjadi pada 2017 lalu. Saat itu, tanah tersebut oleh Kades Campakasari Abdul Kodir dijual kepada seorang developer yang tengah membangun perumahan di Desa Itu.

Modus penjualan tanah dilakukan oleh kepala desa dengan cara seolah-olah tanah itu dimiliki oleh sejumlah warga. kemudian, tanah itu dijual kepada developer asal luar daerah.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta  Andreas kepada wartawan membenarkan bahwa kasus penjualan TPU Desa Campakasari tersebut dalam penangganan jajaran Polres Purwakarta.

ARTIKEL SERUPA  INGIN SUKSES MENGELOLA BUMDes, BELAJARLAH DARI BUMDes DESA SALEM

”Ya. itu dalam penangganan kami dan tinggal nunggu berkas dari BPN untuk melanjutkan Prosesnya” kata Andreas.

Sementara itu, Ahmad Sanusi anggota Dewan dari Partai Golkar ketika dikonfirmasi soal ini enggan menjelaskan. Pertanyaan yang dikirim melalui saluran whatsapp dan sms tidak direspon oleh yang bersangkutan. (ril/KDR).

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *