Head LineKriminalTajuk

KETIKA NARKOBA SUKSES MEMBUNUH SANTRI, SAATNYA POLRES PUWAKARTA MELAWAN BANDIT NARKOBA DENGAN LEBIH KERAS

BUPATI ANNE JUGA JANGAN DIAM SAJA. BUAT SEJAHTERA RAKYAT PURWAKARTA.

PUBLIK terhenyak, laiknya mimpi di siang bolong, ketika tahu ada satu santri yang tewas oleh narkoba di satu Pesantren di Purwakarta. Kasus ini membuktikan bahwa peredaran narkoba di Purwakarta sudah sangat luas, bahkan sukses masuk ke Pesantren.

Kita dibuat terheran-heran, karena Pesantren sebagai satu lembaga yang menjaga nilai-nilai agamapun sukses dikoyak oleh jaringan bandar dan pengedar Narkoba. Masuknya Narkoba ke Pesantren adalah sinyal tantangan dari para Bandar kepada aparat kepolisian yang hingga kini belum suskes memberangus jaringan Narkoba di Purwakarta.

Sudah saatnya Kapolres Purwakarta AKBP Indra Setiawan menyatakan perang kepada para bandit narkoba. Peredaran mereka sudah menyentuh pesantren sebagai institusi penjaga agama.

Tentu ini sangat miris dan memprihatinkan.

Kita sangat apresiasi kepada Kapolores Baru AKBP Indra Setiawan yang merespon cepat kasus ini. Kapolres dan jajarannya berjanji akan semakin masif untuk melakukan sosialisasi kepada siapapun tentang bahaya narkoba.

Media ini menilai, langkah yang tepat bagi Kapolres bukan sekedar sosialisasi. Tapi tembak di tempat bagi bandar dan pengedar Narkoba di Purwakarta. Langkah ini penting karena para Bandar dan Pengedar itu mulai menyasar institusi-institusi sakral seperti pesantren. Sudah saatnya Kapolres mengobarkan perang terhadap mereka. Perang yang sesungguhnya perang. Tanpa kompromi, tanpa tedeng aling-aling.

Langkah Satnarkoba Polres Purwakarta mendatangi banyak komunitas sudah menjadi kegiatan rutin. Dan ini langkah yang bagus. Tapi melihat pergerakan jejaring narkoba juga tidak kalah masifnya. Menjadi wajar kalau akhir-akhir ini hampir tiap hari Satnarkoba sukses meringkus para pengedar Narkoba.

Mereka para jejaring Narkoba tumbuh cepat, laiknya jamur di musim hujan. Pertumbuhan itu sudah bisa dilihat ketika institusi agama seperti Pesantren sudah menjadi target pasar.

BERANGUS AKAR MASALAHNYA

Kita tahu, bisnis narkoba adalah bisnis gurih dengan keuntungan berlipat. Pada sisi pasar juga terbuka luas. Apalagi di Purwakarta, yang angka kemiskinannya terus naik, jumlah orang stres merangkak tajam sampai 500% pada 2019, juga jumlah pengangguran yang juga ikut terbang tinggi sampai 24% per tahun. Angka bayi yang kekurangan gizi secara kronis (Stunting) masih 3.400 bayi di Purwakarta. Kondisi sosial itu adalah fenomena kemiskinan akut dan permanen yang terjadi di Purwakarta.

Dan kemiskinan dan stres adalah pasar potensial bagi bandar narkoba untuk merekrut pengedar dan sekaligus menjadikan mereka target pasar. Selama potensi pasar itu terus berkembang, selama itu pula narkoba akan tumbuh subur.

Di sasarnya pesantren oleh para bandit narkoba target mereka jelas, untuk merontokkan institusi agama yang selama ini kokoh bisa dan sukses menjaga masuknya jaringan Narkoba ke pesantren-pesantren. Kalau pesantren saja sudah rontok, maka institusi sosial lainnya akan dengan mudah mereka hancurkan.

Maka dari itu menganggap enteng kasus narkoba yang sukses membunuh seorang santri adalah kekeliruan yang fatal. Menjadi wajar kalau mestinya Kapolrse menyatakan perang dan tembak di tempat kepada penyamun narkoba yang ingin melenyapkan generasi unggul bangsa.

Selama kemiskinan akut dan orang stres masih berkeliaran di Purwakarta, maka pertumbuhan peredaran narkoba akan berbanding lurus dengan langkah Polres mencegahnya.

Makanya, Bupati juga tidak boleh tingal diam.

Bupati jangan hanya lebay dengan mimpi-mimpinya tentang Tajug Gede. Tapi Dia juga harus mampu menciptakan lapangan kerja yang masif, meningkatkan gizi masyarakatnya, buat Purwakarta tidak ada lagi orang susah mencari kerja.

Sudah saatnya pula, Dandim menginteruksikan agar jaringan babinsanya bergerak menyisir desa-desa agar membentengi Desa dari peredaran Narkoba. LSM seperti Granat, BNN dan LSM antinarkoba lainnya sudah waktunya kalian bahu membahu dengan aparat untuk melawan jaringan narkoba dengan lebih sungguh-sungguh.

Publik pasti mendukung langkah Kapolres untuk keras terhadap para bandit narkoba itu. Dengan suksesnya mereka membuat tewas seorang santri, mestinya sudah saatnya tidak ada lagi kompromi buat mereka. Ringkus dan tembak kepalanya di tempat. Mudah-mudahan akan memberi efek kejut yang efektif kepada para bandit narkoba di Purwakarta. (KDR)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close