Head LinePolitikTajuk

KETIKA HMI PURWAKARTA MULAI LEBAY BIN SAKOM

SAAT anggota DPRD Purwakarta sedang dilantik, tiba-tiba muncul Aliansi Mahasiswa dan Mahasiswi Untuk Keadilan (AMMUK) yang elemen intinya adalah HMI. Mereka berorasi di depan anggota Dewan sambil berujar,”Penjarakan Anggota Dewan Korup …” Jieehhh ….

Seorang aktivis antikorupsi pun mengontak Intel Polres, diperoleh kabar bahwa “Demo” itu tidak ada pemberitahuan. Tentu aneh. Dan demo itu garang. Baru kali ini demo HMI garang. Ada apakah gerangan?

Alih-alih urusan demo garang, nah ternyata, pada H-3 sebelum pelantikan sampai h-1 jelang pelantikan, ada sembilan orang KPK sedang “bernego” dengan sang mantan di Purwakarta. Selama tiga hari pula. Ke sembilan orang KPK itu konon membawa sprindik terkait satu kasus tertentu.

Jadi demo yang gegap gempita itu diduga tidak lebih dari pengalihan isyu yang lebih kuat dan strategis.

Hari ini di Radar Purwakarta, satu mahasiswa bertopi HMI meminta agar Wakil Bupati Purwakarta mundur. Dan yang menarik, tuntutan itu gara-gara sang Wakil Bupati dianggap bohong terhadap petugas di Dishub yang siang-siang sudah pada pulang.

Tentu ini urusan sepele dan remeh-temeh. Kenapa mahasiswa bertopi HMI itu tidak menuntut Bupati mundur sekalian saja. Dugaan kasusnya jelas besar dan terkait dengan dugaan korupsi.

Contoh kasus yang gamblang tentu dana hibah Rp 1 miliar kepada kekajsaan yang penuh rekayasa, pada 2018 lalu. Atau kasus yang terbaru, dugaan skandal dobel anggaran di pembangunan taman di Tajud Gede Cilodong. Dapat hibah Rp 9 miliar, dapat juga dari SCR dan anggaran Dinas lainnya.

Kalau kader-kader HMI berani menggugat hal-hal yang prinsip yang tampak di depan hidung mereka, baru saya kirim sekeranjang jempol. Tapi kalau ngurusi hal remeh seperti Haji Aming, akh, kelewat lebay bin sakom.

ARTIKEL SERUPA  JUMLAH ORANG STRESS DAN GANGGUAN JIWA DI PURWAKARTA, NAIK TAJAM SAMPAI 500% LEBIH PADA 2019.

HMI adalah kader produk intelektual. Mestinya otaknya punya bobot lebih. Sekali berucap berdaging. Sekali bertindak punya taji. Kalau kader HMI masih bisa dijadikan alat untuk mengerjakan hal-hal yang remeh, kayaknya perlu ikut Pra-LK 1 lagi deh.

Tindakan korupsi itu adalah nilai-nilai universal yang perlu dilawan. Siapa bandit, ia mesti bertanggung jawab. Tidak peduli apakah dia Kahmi atau senior HMI.

Dalam rentang 10 tahun, HMI Purwakarta sudah terlalu “kenyang” oleh penguasa saat itu. Kalau sekarang sudah bangun dari tidur panjangnya, bangun dan kerjakan hal-hal yang prinsip, mendasar dan besar.

Karena kader HMI pada hakekatnya adalah inti dari gerakan pemuda dan mahasiswa. Kalau ingin mengubah sejarah, merapikan Purwakarta dari bengkok-bengkok menjadi lurus, bekerjalah dengan kecerdasan paripurna. Jangan mau dibeli, jangan mau ditunggangi dan jangan pula kelewat lebay. (PU).

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *