Thursday, September 24, 2020
Beranda Bisnis KETIKA DINAS PANGAN DAN PERTANIAN PEMKAB PURWAKARTA MEMBIARKAN PETANI MAKIN JATUH MISKIN

KETIKA DINAS PANGAN DAN PERTANIAN PEMKAB PURWAKARTA MEMBIARKAN PETANI MAKIN JATUH MISKIN

PEMKAB MESTI BELI GABAH PETANI BIAR HARGA TIDAK ANJLOK

INI tentu berita yang menjengkelkan buat petani. Di tengah panen raya, harga gabah jatuh. Pendapatan petani merosot tajam. Dan Dinas Pangan dan Pertanian (Pangantan) Pemkab Purwakarta diam tak berdaya.

Hari ini harga gabah kering giling terjerembab sampai 30%. Padahal kebutuhan beras masyarakat akibat wabah Corona naik tajam. Terjadi anomali, dan Dinas Pangantan diam seribu bahasa.

Harga gabah kering giling pada 2019 lalu mencapai Rp 6.000 per Kg. Sekarang hanya Rp 4.500 per Kg.  Selama ini, untuk memproduksi padi seluas 1 hektare membutuhkan modal  Rp 15 juta.

“Pemkab mesti membeli gabah petani saat lagi jatuh. Tanpa itu kita patut pertanyakan komitmen Pemkab terhadap masa depan petani. Kita patut mempertanyakan ini dengan kesungguhan yang luar biasa.”

Kalau per hektare panen mendapat 5 ton gabah kering giling, dengan harga Rp 4.500 per Kg, petani mendapat keuntungan kotor Rp 22,5 juta. Atau setelah dikurangi biaya produksi Rp 15 juta, maka petani hanya mendapat keuntungan bersih Rp 7,5 juta selama empat bulan. Atau Rp 1,75 juta per bulan.

Dengan inflasi dan kenaikan harga yang menggila akibat wabah Corona, buat petani angka Rp 1,75 juta tentu membuat mereka hidup sengsara. Itulah kenapa petani miskin selamanya.

Dan Pemkab diam saja, pasrah pada keadaan. Menyerahkan nasih petani ke pasar bebas yang buas.

Nasib sial ini tidak hanya dinikmati secara getir oleh petani padi. Tapi juga terjadi secara rutin bagi pekebun Manggis. Saat panen raya harga manggis yang biasanya Rp 40 ribu per Kg hanya menyentuh diharga Rp 4.000 per Kg. Kadang sampai Rp 2.000 per Kg. Dan Dinas juga diam saja.

AMANKAN HARGA PETANI

Fungsi Dinas teknis, seperti Dinas Pangantan tentu ujungnya mesti menyejahterakan petani dan pekebun. Membuat petani kaya adalah tujuan pokok mereka. Dengan begitu, generasi muda menjadi bangga kalau ikut merintis masa depan mereka dengan bertani.

Maka dari itu, Dinas mesti siapkan jaring pengaman harga. Dinaslah yang mesti menjamin bahwa sebesar apapun panen raya, harga tetap tinggi.

Cayanya tentu sederhana, membeli beras petani atau buah pekebun saat harga mulai cenderung turun. Ketika petani dilepas ke pasar, itu sama dengan mempertandingkan antara Persib Bandung melawan MU. Pasti KO berat. Atau dalam dunia tinju menandingkan antara Elyas Pical melawan Mike Tyson. Tidak ada unsur keseimbangan dan keadila. Ini karena sifat “Pasar” yang buas dan liar.

Tanpa campur tangan yang kongkrit dari Dinas, maka nasib petani dan masa depan generasi petani kita akan suram.

Tapi percayalah. Pangkal masalah utama itu bukan pada apakah Pemkab punya uang atau tidak untuk membeli beras petani. Tapi penyakit utama ada pada, apakah Dinas punya Komitmen tidak untuk mengangkat harkat dan kesejahteraan petani. Ini yang patut kita pertanyakan dengan kesungguhan yang luar biasa. (PU)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

JEMBATAN DARURAT BODEMAN AKAN DIBANGUN DARI APBD PERUBAHAN TAHUN ANGGARAN 2020

SUDAH DIAJUKAN ANGGARAN PERUBAHAN SEBESAR Rp 5 MILIAR PURWAKARTA (eNPe.com) - Jembatan Bodeman yang runtuh, menurut satu...

POLDA DAN KEJATI JABAR PERIKSA EMPAT PEJABAT DISTARKIM PURWAKARTA TERKAIT DUGAAN KORUPSI DI 11 PROYEK TERMASUK TAJUG GEDE CILODONG

KETUA KMP : "KAMI AKAN KAWAL SAMPAI TUNTAS." PURWAKARTA (eNPe.com) - Polda dan Kejati Jawa Barat...

TEST SWAB DI RS BAYU ASIH KINI BISA DALAM DUA JAM DIKETAHUI HASILNYA POSITIF CORONA ATAU TIDAK

SETELAH MENDAPAT BANTUAN MESIN PCR DARI GUGUS TUGAS PUSAT PURWAKARTA (eNPe.com) - Test swab -untuk tahu pasien...

SETELAH SEMPAT HABIS, PASIEN DENGAN STATUS PDP MUNCUL LAGI

TINGGAL DUA KECAMATAN YANG MASIH ZONA MERAH PURWAKARTA (eNTe.com) - Setelah sempat sembuh 100%, kini pasien dengan...