Thursday, September 24, 2020
Beranda Bisnis KELAS MENENGAH PURWAKARTA YANG DIHIMPIT CORONA DAN DINISTA BANSOS

KELAS MENENGAH PURWAKARTA YANG DIHIMPIT CORONA DAN DINISTA BANSOS

BANYAK YANG TIDAK TERDAFTAR BANSOS KARENA DINILAI MASIH MAPAN

KELAS menengah di Purwakarta sungguh dilema. Pendapatan nihil, tapi oleh petugas Bansos dinilai masih bisa hidup layak dan mampu untuk bertahan. Padahal mereka sudah satu bulan tidak ada pendapatan.

Merekalah korban PHK, pemain UMKM, pemilik kedai Kopi, atau yang diputus kontraknya sebagai tenaga harian lepas. Semua efek dari terjangan wabah Corona.

SPANDUK BERTULISKAN ‘AMBU’ PADA PROGRAM NASI BUNGKUS DIJADIKAN AJANG PENCITRAAN DIRI BUPATI. SEMENTARA BANSOS TIDAK KUNJUNG DIBAGI KE RAKYAT YANG LAGI LAPAR.

Kelompok inilah yang serba susah. Rata-rata mereka hidup di rumah yang layak. Kadang punya motor. Tapi, rumah itu masih ngontrak, yang perlu dibayar. Sementara motor itu hasil kreditan yang juga perlu dicicil.

Tapi kondisi sekarang sudah tidak ada pendapatan. Ada yang sejak satu bulan lalu, ada yang 1,5 bulan silam. Kantongnya kempes.

Salah satunya adalah Yayat Hidayat (34), warga Kelurahan Munjul Jaya RT/RW : 06/02, Purwakarta. Ia sebulan lalu diputus kontrak kerja sebagai buruh harian di PT Jersi Jonson Surya Makmur (JJSM) di Wantilan Subang.

Waktu masih kerja sebagai buruh harian lepas, Yayat mengaku mendapat upah Rp 90 ribu per hari. “Ini kalau kerja pak. Kalau tidak kerja ya tidak dapat apa-apa,” jelasnya.

Ia kini mengaku pusing, “Saya harus membayar kontrakan pak. Sementara dua anak saya juga perlu susu.”

Yayat menuturkan ia sempat datang ke RT untuk didaftar sebagai penerima program Bansos. “Tapi pak RT bilang saya kerja di pabrik. Susah juga menjelaskannya,” ujarnya kesal.

Ia mengaku bingung, keluarga tidak ada, kedua orang tua sudah meninggal. “Saya bingung harus minta tolong siapa,’ jelasnya.

Yayat tidak sendirian. Kita tengok Dede warga Desa Maniis yang baru saja menjadi korban PHK di satu perusahaan di BIC Purwakarta. “Saya sudah 1,5 bulan tidak ada pendapatan. Saya mesti menghidupi anak isteri. Bagaimana jadinya ini,” jelas Dede.

Ia mengaku ingin didaftar oleh RT atau RW agar ikut program Bansos. “Tapi mereka menganggap saya kerja di pabrik. Punya motor. Jadi tidak layak mendapat Bansos. Padahal saya sudah tidak punya pendapatan,” jelasnya.

Sumber mala petaka, kelas menengah yang terhimpit ini adalah para mesin birokrat yang tidak cermat. “Kelas mengah ini mestinya ditopang agar tidak lagi jatuh miskin. Caranya tidak harus diberi Bansos melulu. Tapi kasih stimulus dalam bentuk modal kerja agar mereka bisa bangkit,” jelas Ketua KMP Zaenal Abidin.

Menurutnya, kelas mengengah perkotaan yang sedang bangkit ini mestinya juga diberi skema yang berbeda. “Kalau kita memberi mereka Bansos Rp 600 ribu tidak berarti apa-apa. Kasih skema pinjaman lunak per UMKM Rp 2 juta pasti mereka bergerak lagi. Tidak perlu mahal,” jelas Zaenal.

Hingga kini, berbagai janji bantuan Bansos ke publik belum juga direalisasikan. Sementara PSBB sebagai kebijakan Bupati telah menerat langkah mereka untuk berusaha.

Pada satu sisi mereka kakinya seperti diikat, pada sisi lain, mereka dibiarkan kelaparan. Menahan sedih dan derita berkepanjangan. Nyaris sendirian.

Lalu kapan mereka akan dientaskan? Yayat dan Dede adalah dua contoh kongkrit bahwa kinerja Gugus Tugas memang tidak bisa diandalkan. Pada waktu yang bersamaan, Tim Gugus Tugas malah sibuk memasang spanduk di desa-desa yang bertuliskan “AMBU.” Hmmm …. Jadi lieur deh …. (PU).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

JEMBATAN DARURAT BODEMAN AKAN DIBANGUN DARI APBD PERUBAHAN TAHUN ANGGARAN 2020

SUDAH DIAJUKAN ANGGARAN PERUBAHAN SEBESAR Rp 5 MILIAR PURWAKARTA (eNPe.com) - Jembatan Bodeman yang runtuh, menurut satu...

POLDA DAN KEJATI JABAR PERIKSA EMPAT PEJABAT DISTARKIM PURWAKARTA TERKAIT DUGAAN KORUPSI DI 11 PROYEK TERMASUK TAJUG GEDE CILODONG

KETUA KMP : "KAMI AKAN KAWAL SAMPAI TUNTAS." PURWAKARTA (eNPe.com) - Polda dan Kejati Jawa Barat...

TEST SWAB DI RS BAYU ASIH KINI BISA DALAM DUA JAM DIKETAHUI HASILNYA POSITIF CORONA ATAU TIDAK

SETELAH MENDAPAT BANTUAN MESIN PCR DARI GUGUS TUGAS PUSAT PURWAKARTA (eNPe.com) - Test swab -untuk tahu pasien...

SETELAH SEMPAT HABIS, PASIEN DENGAN STATUS PDP MUNCUL LAGI

TINGGAL DUA KECAMATAN YANG MASIH ZONA MERAH PURWAKARTA (eNTe.com) - Setelah sempat sembuh 100%, kini pasien dengan...