Head LineKriminalPemda

KEJARI PURWAKARTA MULAI SELIDIKI ALIRAN DANA CSR PT INDO BHARAT RAYON

SKANDAL CSR YAYASAN YUDHISTIRA HARUS DIUSUT TUNTAS

PURWAKARTA (eNPe.com) – Kejari Purwakarta mulai menyelidiki berbagai dugaan penyalahgunaan dana CSR PT Indo Bharat Rayon. Menurut Kasi Intel, pihaknya sudah berkirim surat kepada PT IBR untuk meminta data soal aliran dana CSR lima tahun ke belakang.

Kasi Intel Kejari Purwakarta Fauzul Ma’ruf Syahidin SH membenarkan hal itu kepada eNPe.com kemarin (3/10). “Kita sudah berkirim surat ke IBR, pada tahap awal untuk meminta data kepada Direksi PT IBR,” jelas  Fauzul.

DEDI MULYADI DAN ALI AMAN SARAGIH (kanan)

Dokumen surat yang diperoleh media ini menunjukkan bahwa surat dilayangkan kepada Direksi PT IBR sejak tanggal 18 September 2019. Dalam surat itu Kejari meminta data terkait dengan Amdal, Pengelolaan Limbah, Penyaluran dana CSR dan data tenaga kerja asing dan dokumen perizinan tenaga asing.

Sebelumnya, dalam rentang 10 tahun terakhir, aliran dana CSR dari semua perusahaan di Purwakarta diduga dialirkan ke Yayasan Yudhistira. Yayasan ini diketuai oleh orang dekat Dedi Mulyadi, Ali Aman Saragih. Publik selama ini menyoal pertanggungjawaban penyaluran dana CSR ini.

Tiap tahun, diduga sedikitnya mengalir dana CSR sebesar Rp 100 miliar lebih ke Yayasan ini. Berdasarkan UU Perseroan Terbatas, maka semua perusahaan harus menyisihkan dari keuntungan bersih sebesar 2%. Di Purwakarta sedikitnya ada 320 perusahaan besar, seperti PT Indo Bharat Rayon, PT South Pacific Viscose, PT Indorama group, dan sebagainya.

KASI INTEL FAUZUL MA’RUF (kanan)

Surat Kejari Purwakarta ini, berdasarkan dokumen yang ada ditembuskan kepada Kejati Jawa Barat dan Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

Kejari Purwakarta sendiri sejak Kepala Kejari dijabat oleh Syahpuan sudah berupaya untuk membongkar aliran dana CSR ke Yayasan Yudhistira. Tapi hingga Syahpuan pensiun, kelanjutan dari hasil kerjanya soal CSR nyaris tak terdengar.

SKANDAL BESAR

Sementara itu Ketua KMP Zaenal Abidin meminta agar Kejari bersungguh-sungguh untuk mengungkap kasus aliran dana CSR ini. “Sepanjang Dedi Mulyadi berkuasa, dana CSR itu dibuat tidak transparan. Alirannya diduga ke Yayasan Yudisthira, ketuanya Ali Aman Saragih orang Indorama. Kita akan kawal langkah kejari biar tuntas,” jelas Zaenal.

Kasus Yayasan Yudhistira sendiri pernah disidik oleh Kejati Jawa Barat. Beberapa saksi sudah diperiksa. Tapi hingga kini kasusnya berjalan di tempat.

Ketua DPP Wahana Pemerhati Lingkungan Hidup (WPLH) RI Teddy M Hartawan meragukan langkah Kejari bersurat kepada PT IBR. “Ini apa tujuannya, seperti kurang kerjaan saja,” jelas Teddy. (nur/ KDR).

 

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *