BisnisHead LineKomunitas

KEBUTUHAN PULSA JAMAAH MASJID Rp 48 TRILIUN PER BULAN

JARINGAN EKONOMI MASJID MESTI DIKELOLA DENGAN BAIK

PURWAKARTA (newspurwakarta.com) – Mesjid mestinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Sebagaimana yang telah Rosulullah contohkan, masjid  juga menjadi pusat perkaderan, pusat penyelesaian problematika ummat dan pusat pemberdayaan ekonomi.

MUKHTAR HP, SH, MH

Eksponen angkatan 66 yang juga alumni Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Mukhtar HP, SH, MH mengutarakan pandangannya saat menjadi pembicara kunci di Seminar Hari Bangkit PII kemarin (4/5) di Cipaisan Purwakarta. “Bahkan Masjid dulu pernah menjadi pusat latihan militer. Ini yang sudah dicontohkan oleh Nabi,” jelas Mukhtar.

Seminar Harba PII diselenggarakan oleh Pengurus Daerah PII. Hadir dalam Seminar itu ratusan kader, pelajar dan mahasiswa. Turut memeriahkan acara itu adalah Keluarga Besar Alumni PII.

Menurut Mukhtar, fungsi masjid sekarang lebih dominan motif duniawinya. “Melenceng jauh jika dibandingkan dengan di masa Rasulullah. Banyak masjid yang megah dan mewah, tapi tidak sedikit jamaah masjid yang masih miskin,” jelasnya.

Dosen hukum di Unkris ini menambahkan, peran masjid dalam mengembangkan ekonomi ummat masih jauh dari harapan. Ini terjadi, menurutnya, akibat pengelola masjid hanya berorientasi ibadah. “Padahal mengembangkan ZISWAF itu punya potensi yang sangat besar,” jelasnya.

Untuk itu, menurut Mukhtar, perlu peguatan kelembagaan masjid. “Ini agar fungsi masjid kembali seperti zaman Nabi. Jadi jangan sampai masjid hanya berfungsi sebagai sarana ibadah saja,” jelasnya.

BUTUH PULSA Rp 48 TRILIUN

Jumlah masjid di Indonesia, menurut Mukhtar, pada 2010 mencapai 1 juta masjid. Jumlah yang begitu besar ini memicu potensi ekonomi yang tidak kecil.

“Kalau kita hitung kebutuhan pulsa jamaah masjid se Indonesia saja mencapai Rp 48 triliun. Ini dengan asumsi per masjid ada 40 jamaah dan per jamaah per bulan belanja pulsa Rp 100 ribu. Ini tentu potensi ekonomi yang tidak kecil,” jelasnya.

Menurut Mukhtar, potensi sumbangan masjid tiap jumat juga sebesar Rp 48 triliun. “Sementara potensi ZIS tembus diangka Rp 60 triliun,” jelasnya.

Potensi ekonomi masjid sebesar ini, menurut Mukhtar, akan bermanfaat kalau tata kelolanya bagus. “Kuncinya tidak ada missmanajemen dan dikelola oleh tenaga SDM yang profesional. Untuk bisa seperti itu, perlu pembenahan manajemen masjid yang serius,” jelasnya.(ril/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *