BisnisHead LineLingkungan

KAWASAN INDUSTRI KOTA BUKIT INDAH MEMICU KEKERINGAN DI DESA SEKITAR KAWASAN

PENGELOLA KBI MENYATAKAN PEDULI TERHADAP PERSOALAN AIR DESA SEKITAR KAWASAN

CIKOPO (eNPe.com) – Kawasan industri Kota Bukit Indah telah memicu kekeringan di desa-desa sekitar kawasan. Menurut satu aktivis lingkungan, kalau dihitung kerugian akibat keberadaan kawasan industri ini bisa bernilai ratusan triliun rupiah.

IWAN SETIAWAN

Ketua Umum DPP Komite Pesuli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI) Iwan Setiawan menegaskan hal itu kepasa eNPe.com kemarin (14/10). “Kawasan KBI telah mengubah dari lahan hijau, sawah dan hutan menjadi kawasan pabrik. Dulu kawasan ini banyak cadangan air. Sekarang sejak 2000 sumur-sumur warga kering. Makin ke sini problem air makin menyulitkan warga,” jelas Iwan.

Ia menjelaskan, di luar problem air, kehadiran kawasan industri ini sudah membunuh habitat ekosistem yang tidak akan tergantikan. “Kalau dinilai siapapun tidak akan mampu menghitung. Bisa ratusan triliun rupiah,” jelas Iwan.

ia mencontohkan, di Desa Wanakerta saja, kekeringan makin menjadi-jadi. “Apakah pengelola KBI peduli dengan problem ini? tidak. Masyarakat untuk mendapat air perlu membeli. Jadi air sudah menjadi barang langka,” jelas aktivis lingkungan kelas nasional asli Wanakerta ini.

PENGELOLA KBI MEMBANTAH

Sementara itu Kepala Operasional dan Bina Lingkungan KBI H. Entis Sutisna, MM menyatakan bahwa soal kekeringan tidak bisa ditimpakan kesalahannya kepada pihak KBI.

H. ENTIS SUTISNA, MM

“Terkait kekeringan dan sumur bor kering, ini bukan hanya terjadi di Desa Wanakerta saja,  melainkan terjadi secara umum di sebagian besar Purwakarta bahkan terjadi sebagian wilayah negara kita,” jelas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Purwakarta ini.

Ia menambahkan, analisa soal kekeringan terasa sejak 2000 akibat alih fungsi lahan sawah menjadi kawasan industri di Kota Bukit Indah juga kurang tepat.

“Bahwa hal itu tidak benar, kawasan industri Kota Bukit Indah tidak dibangun di lahan sawah atau mengalihkan fungsi sawah apalagi sawah irigasi teknis menjadi area industri. Tidak ada. Kami membangun di tanah darat milik sendiri  yang peruntukannya khusus untuk kawasan industri,” jelasnya.

Pengelola KBI, menurut Entis, secara rutin, setiap musim kemarau membantu masyarakat desa sekitar yang mengajukan permohonan bantuan air, kawasan KBI membantu memberi bantuan air bersih melalui mobil tangki air.

“Di kawasan industri Kota Bukit Indah, perusahaan tidak diizinkan mengambil air permukaan / air dalam tanah berupa sumur pompa / artesis. Kami menyiapkan fasilitas air bersih yang kami ambil dari air Tarum Timur yang bersumber dari Jatiluhur  yang kami olah menjadi air bersih dan didistribusikan ke perumahan, hotel dan  pabrik atau industri di KBI,” ujarnya.

Entis menambahkan, pihaknya sudah kontak Kades Wanakerta. “Kalau dari penjelasan Kades, warga tidak ada keluhan soal kekeringan air. Kalau ada dan mereka minta pasti kami bantu. (bay/ril/KDR).

 

 

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *