Head LinePolitikTajuk

KAPAN ANGGOTA DPRD PURWAKARTA BANGUN DARI TIDURNYA YANG TERLALU PULAS

INI adalah kisah menyedihkan dan menyebalkan. Ketika sekerumunan (bukan sekelompok manusia yang punya akal budi) makhluk terlalu lama tidur pulas. Padahal, tugas yang ada di pundak mereka sangat berat, keren dan bermartabat; mengontrol eksekutif. Itulah sekerumunan anggota DPRD Purwakarta kini.

Ketua Projo Purwakarta Asep Burhana berkelakar, mereka nyadar tidak yah, kekuatan politik berubah, tapi semua gerak pembangunan seolah “dikendalikan” dari Tajug Gede. Dan dewan diam saja.

KETUA DPRD AHMAD SANUSI

Wakil Ketua KPP Tarman Sonjaya mengaku sangat heran dengan sikap dewan yang diam. Katanya, arah pembangunan bertumpu dan berpusat pada Tajug Gede. Ini kasat mata, mereka punya hak angket dan hak-hak untuk bertanya lainnya, tapi kenapa diam saja?

Sementara Widdy Apriyandi aktivis anti kemiskinan tulen dan ori tertawa ngakak ketika kritik terhadap Sekwan –bukan dewan lho ya — hanya soal website. Mereka tidak paham esensi. Cemen.

Lalu apa soalnya? Ya itu tadi, hobi tidur nyenyak masih berkelanjutan dan permanen. Padahal publik tahu peta politik di dewan sudah berubah. Setidaknya ada PKS, Gerindra dan bisa jadi PDI Perjuangan.

Tapi apa lacur, postur anggaran sejak 10 tahun silam ya polanya tidak berubah. Itu-itu saja. Saat Bupati masih Dedi Mulyadi central pembangunan di situ Beuleud. Dan dewan diam saja. Di bangunan yang megah itu pun beberapa dugaan korupsi yang ditilep secara berjamaah merebak. Anggota dewan di bawah Sarif Hidayat, nyaris mendadak pada sakit gigi berjamaah dan berkepanjangan. Sempurna sekali.

Kini dalam posisi tidak berkuasa, DM sapaan Dedi, diduga masih “mengendalikan” Purwakarta dari Tajug Gede. Dan dana digelontorkan ke sana tiap tahun puluhan miliar.

Bau-bau tak sedap pun merebak. Tahun ini sedikitnya Rp 19 miliar dari Distarkim –belum dari dinas lain– menggerojok ke Tajug Gede. Sebesar Rp 7 miliar untuk membangun Nyai Pohaci, entah dalam bentuk apa. Publik tidak tahu. Masjid dan nyai Pohaci dicampur aduk jadi satu atas nama wiasata religi. Dan PKS diam saja. Tidur melulu.

ARTIKEL SERUPA  DISTARKIM BELUM TAHU, RENCANA BANGUNAN NYAI POHACI DI KOMPLEK TAJUG GEDE CILODONG SEBESAR Rp 7 MILIAR MAU DIBUAT SEPERTI APA

Bagi Bupati ‘bayangan’ kini menjadikan Tajug Gede sebagai pusat segala pusat. Bukan di mana-mana. Ini persis sama saat masih keranjingan situ Beuleud.

Dan sekerumunan anggota dewan pun diam seribu bahasa. Masih tidur pules. Tidak nyadar kalau mereka mestinya mau dan berani berkata tidak pada penguasa.

Membangun esensinya bisa dimanfaatkan oleh siapa saja. Tapi ingat, karena kita punya kapasitas intelektual yang cukup, maka kita mestinya mampu memilah dan memilih, mana yang prioritas, mana yang sampingan. Mana yang wajib, maka yang sunnah –versi PKS–, mana yang utama mana yang sambil lalu.

Apakah Tajug Gede wajib prioritas dan utama? Orang O on pun mampu mejawabnya bawah urusan wisata itu sunah yang boleh ditinggalkan –ini versi PKS yang sekarang suka ikut-ikutan tidur nyenyak pula.

TAJUG GEDE CILODONG

Makanya publik kemudian mengajukan pertanyaan yang lebih mendasar –bukan urusan website lho ya– kalian sebagai anggota dewan secara esensi ada tidak seh. Kalau keberadaan kalian hanya sebatas kerumunan, tidak beda dengan sekerumunan makhluk tak berakal kah? atau kalau di Texas sana  pada 1897 ada sekerumunan koboy bandit yang mengukurnya hanya dengan kekuatan fisik saja, tanpa kecerdasan olah pikir? Itukah yang kalian mau?

Atau kalau kita ajukan pertanyaan lagi yang lebih sadis –ini maaf lho ya– adakah kerumunan anggota dewan itu, isi kepalanya adalah jutaan jaringan sel yang sehat dan produktif atau kosong laiknya kardus Indomie rebus? Wallahu a’ lam bishowab –jawab PKS lagi kalau keberadaan mereka masih ada.

Nah, kita percaya bahwa esensinya, anggota dewan kita adalah orang-orang terpilih. Khalifah fil Ard. Bahkan mereka adalah sekumpulan –bukan kerumunan– manusia-manusia pilihan tak tertandingi. Mereka adalah pribadi-pribadi yang punya integritas tinggi. Orang-orang yang terpanggil saat ada ketidakadilan yang mengusik rakyat konstituennya. Atau mereka akan tergeragap ketika arah pembangunan digeser-geser tidak karuan oleh sang mantan.

ARTIKEL SERUPA  KANTOR PEMKAB PURWAKARTA SEPERTI 'KUBURAN'

Cuma masalahnya, kenapa Purwakarta jadi amburadul gini, mereka diam saja?  Ya itu tadi, mereka lagi lupa, dan masih punya hobi yang tidak kunjung sembuh; tidur terlalu pules. Ngorok lagi. Hmmmm … Sungguh menyebalkan Kalian itu. (KDR).

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker