Head LinePemdaPolitik

KANTOR PEMKAB PURWAKARTA SEPERTI ‘KUBURAN’

KEPALA DINAS PADA SERING PERGI, KABAG-KABAG PADA MENGANGGUR

PURWAKARTA (newspurwakarta.com) – Kantor Pemkab Purwakarta seperti ‘kuburan.’ Menurut satu aktivis LSM,  Kepala Dinas banyak yang suka pergi-pergi. Sementara para Kabag pada mengeluh akibat tidak adanya pekerjaan yang memadahi.

Seorang aktivis LSM Pro Pemerintah menceritakan hal itu kepada newspurwakarta.com kemarin (21/4). “Jadi ini efek dari ketiadaan proyek. Kepala Dinas kalau ada LSM datang pada kabur. Sementara saya amati para Kabag juga pada nganggur. Kasihan sebenarnya,” jelasnya.

ZAENAL ABIDIN

Ia mengaku iseng berkeliling ke dinas-dinas. “Yang kami temukan sama saja. Kaya tidak ada kehidupan. Kita jadi prihatin,” jelasnya.

Catatan media ini menyebutkan ini adalah efek dari devisit anggaran diakhir masa jabatan Dedi Mulyadi pada 2017. Saat itu DM, sapaan akrab Dedi, meninggalkan keuangan Pemkab Purwakarta dalam keadaan sakit-sakitan.

Bahkan, berdasarkan hasil audit BPK pada 2017, sakitnya APBD Purwakarta sudah berlangsung sejak 2015. Berdasarkan catatan newspurwakarta.com, belanja pemkab Purwakarta dalam keadaan normal rata-rata sebesar Rp 350 milir. Belanja ini untuk proyek pembangunan sarana dan prasarana fisik. Kini pada 2018 sampai 2019, belanja itu rata-rata hanya sebesar Rp 70 miliar.

Wakil Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Zaenal Abidin menyatakan yang terjadi sekarang adalah efek dari salah kelola selama DM menjadi Bupati. “Keuangan berat. Jadi kasihan juga Bupati sekarang,” katanya. (bay/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *