Thursday, September 24, 2020
Beranda Head Line KADISDIK PURWANTO BERUPAYA "HAMBAT" PERESMIAN RUMAH BELAJAR PEMUDA PANCASILA PURWAKARTA

KADISDIK PURWANTO BERUPAYA “HAMBAT” PERESMIAN RUMAH BELAJAR PEMUDA PANCASILA PURWAKARTA

DIDUGA DISDIK TAKUT “JATAH” KUENYA BERKURANG

PURWAKARTA (eNPe.com) – Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Purwakarta Purwanto menolak hadir dalam peresmian Rumah Belajar Pemuda Pancasila, kemarin (5/3). Sementara Sekretaris Disdik Didi Garnadi, kepada panitia menyatakan keberatan acara pembukaan itu digelar secara terbuka.

Hal itu dikatakan Sekjen MPC Pemuda Pancasil (PP) Purwakarta Asep Kurniawan kepada eNPe.com hari ini (6/3). “Kita kecewa bener dengan sikap Kadisdik Purwanto. Kita ini sudah bekerja keras secara mandiri untuk memberi kontribusi kepada warga Purwakarta yang tidak mampu, agar mereka mendapat hak berpendidikan secara layak. Ini kita pembukaan program mereka tidak mau datang,” jelas Fapet sapaan akrab Asep.

“PP ini ingin berkontribusi terhadap pendidikan. Ini kok seperti tidak direstui penguasa. Bagaimana cara berfikir mereka.” (Sekjen MPC PP Purwakarta Asep Kurniawan).

Bayangkan, jelas Fapet, saat pembukaan semua jajarang pengurus PP Jawa Barat datang. “Ini Kadisnya jual mahal bener,” jelasnya.

Pihaknya mengaku mendapat laporan dari panitia, kalau Sekdis Didi Garnadi juga melarang agar acaranya jangan terbuka. “Katanya nanti kalau semua ormas membuka Rumah Belajar bisa repot. Ini kok kebalik-balik ya. Mestinya kan mereka berterima kasih kepada masyarakat yang ikut membantu program ini,” jelasnya.

Asep menduga, kericuhan ini pasti akibat ada pihak yang merasa kuenya terkurangi. “Kalau kegiatan Paket Belajar mereka selalu menarik uang pendaftaran antara Rp 3 juta. Sementara di Rumah Belajar PP gratis. Bisa jadi ini yang jadi soal,” jelasnya.

BUPATI MALAH MENDUKUNG

Sementara itu, Fapet mengaku heran dengan sikap Disdik Purwakarta. “Bupati Anne saat pelantikan kemarin secara terbuka mendukung program Rumah Belajar PP. Ini Disdik kok malah berulah,” jelasnya.

Bupati, menurut Sekjen MPC PP Purwakarta ini secara tegas meminta agar program Rumah Beajar diteruskan. “Bupati bilang bagus. Dan mesti diteruskan,” jelasnya.

Menurut Asep, secara khusus Bupati juga meminta agar PP mau bermitra dengan Pemkab Purwakarta. “Selama PP bermitra dengan Pemkab, kata Bupati, jaket PP ini tidak akan dilepas selamanya,” jelasnya.

Sementara itu Sekdis Pendidikan Pemkab Purwakarta Didi Garnadi menolak berkomentar ketika dimintai konfirmasi soal ini. (ril/PU)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

JEMBATAN DARURAT BODEMAN AKAN DIBANGUN DARI APBD PERUBAHAN TAHUN ANGGARAN 2020

SUDAH DIAJUKAN ANGGARAN PERUBAHAN SEBESAR Rp 5 MILIAR PURWAKARTA (eNPe.com) - Jembatan Bodeman yang runtuh, menurut satu...

POLDA DAN KEJATI JABAR PERIKSA EMPAT PEJABAT DISTARKIM PURWAKARTA TERKAIT DUGAAN KORUPSI DI 11 PROYEK TERMASUK TAJUG GEDE CILODONG

KETUA KMP : "KAMI AKAN KAWAL SAMPAI TUNTAS." PURWAKARTA (eNPe.com) - Polda dan Kejati Jawa Barat...

TEST SWAB DI RS BAYU ASIH KINI BISA DALAM DUA JAM DIKETAHUI HASILNYA POSITIF CORONA ATAU TIDAK

SETELAH MENDAPAT BANTUAN MESIN PCR DARI GUGUS TUGAS PUSAT PURWAKARTA (eNPe.com) - Test swab -untuk tahu pasien...

SETELAH SEMPAT HABIS, PASIEN DENGAN STATUS PDP MUNCUL LAGI

TINGGAL DUA KECAMATAN YANG MASIH ZONA MERAH PURWAKARTA (eNTe.com) - Setelah sempat sembuh 100%, kini pasien dengan...