Head LineKampusPemda

KADISDIK PURWANTO BERUPAYA “HAMBAT” PERESMIAN RUMAH BELAJAR PEMUDA PANCASILA PURWAKARTA

DIDUGA DISDIK TAKUT “JATAH” KUENYA BERKURANG

PURWAKARTA (eNPe.com) – Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Purwakarta Purwanto menolak hadir dalam peresmian Rumah Belajar Pemuda Pancasila, kemarin (5/3). Sementara Sekretaris Disdik Didi Garnadi, kepada panitia menyatakan keberatan acara pembukaan itu digelar secara terbuka.

Hal itu dikatakan Sekjen MPC Pemuda Pancasil (PP) Purwakarta Asep Kurniawan kepada eNPe.com hari ini (6/3). “Kita kecewa bener dengan sikap Kadisdik Purwanto. Kita ini sudah bekerja keras secara mandiri untuk memberi kontribusi kepada warga Purwakarta yang tidak mampu, agar mereka mendapat hak berpendidikan secara layak. Ini kita pembukaan program mereka tidak mau datang,” jelas Fapet sapaan akrab Asep.

“PP ini ingin berkontribusi terhadap pendidikan. Ini kok seperti tidak direstui penguasa. Bagaimana cara berfikir mereka.” (Sekjen MPC PP Purwakarta Asep Kurniawan).

Bayangkan, jelas Fapet, saat pembukaan semua jajarang pengurus PP Jawa Barat datang. “Ini Kadisnya jual mahal bener,” jelasnya.

Pihaknya mengaku mendapat laporan dari panitia, kalau Sekdis Didi Garnadi juga melarang agar acaranya jangan terbuka. “Katanya nanti kalau semua ormas membuka Rumah Belajar bisa repot. Ini kok kebalik-balik ya. Mestinya kan mereka berterima kasih kepada masyarakat yang ikut membantu program ini,” jelasnya.

Asep menduga, kericuhan ini pasti akibat ada pihak yang merasa kuenya terkurangi. “Kalau kegiatan Paket Belajar mereka selalu menarik uang pendaftaran antara Rp 3 juta. Sementara di Rumah Belajar PP gratis. Bisa jadi ini yang jadi soal,” jelasnya.

BUPATI MALAH MENDUKUNG

Sementara itu, Fapet mengaku heran dengan sikap Disdik Purwakarta. “Bupati Anne saat pelantikan kemarin secara terbuka mendukung program Rumah Belajar PP. Ini Disdik kok malah berulah,” jelasnya.

Bupati, menurut Sekjen MPC PP Purwakarta ini secara tegas meminta agar program Rumah Beajar diteruskan. “Bupati bilang bagus. Dan mesti diteruskan,” jelasnya.

ARTIKEL SERUPA  KPK AWASI BAPENDA PURWAKARTA SUDAH SETAHUN

Menurut Asep, secara khusus Bupati juga meminta agar PP mau bermitra dengan Pemkab Purwakarta. “Selama PP bermitra dengan Pemkab, kata Bupati, jaket PP ini tidak akan dilepas selamanya,” jelasnya.

Sementara itu Sekdis Pendidikan Pemkab Purwakarta Didi Garnadi menolak berkomentar ketika dimintai konfirmasi soal ini. (ril/PU)

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *