Head LineKomunitasPemda

JUMLAH ORANG STRESS DAN GANGGUAN JIWA DI PURWAKARTA, NAIK TAJAM SAMPAI 500% LEBIH PADA 2019.

PADA 2007, PURWAKARTA MENEMPATI RANKING PERTAMA SECARA NASIONAL, TERKAIT JUMLAH ORANG STRES DAN GANGGUAN JIWA

PURWAKARTA (eNPe.com) – Di bawah kepemimpinan Bupati Anne Ratna Mustika, jumlah warga Purwakarta yang stres dan terkena depresi mengalami kenaikan yang sangat tajam sampai 500% lebih, pada 2019. Menurut satu pejabat di Dinas Kesehatan Pemkab Purwakarta, meski data yang ada belum tentu mewakili kondisi sosial yang ada, tapi angka-angka dari Dinas Kesehatan adalah data akurat.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pemkab Purwakarta dokter Eva Lystia Dewi menjelaskan hal itu kepada eNPe.com kemarin (17/2) di ruang kerjanya.

“Kasus pasien gangguan jiwa bisa dipastikan mayoritas akibat tekanan ekonomi.” (Dirut BLU RS Bayu Asih Agung Darwis Nataatmadja)

Eva menambahkan, jumlah orang stres dan sakit jiwa akut pada 2018 mencapai 59 orang. Sementara pada 2019 naik menjadi 2.157 orang.

Pada 2018, menurut dokter Eva, kasus baru stres dan kejiwaan mencapai 42 kasus, sementara kasus lama mencapai 17 kasus. Sementara pada 2019, kasus stres dan gangguan jiwa yang baru mencapai 945 orang. Sedangkan yang kasus lama mencapai 1.212 orang.

Dokter Eva kemudian memerinci, untuk jenis kasus depresi, pada 2018 terjadi pada 5 orang, sementara pada 2019 mencapai 532 orang. Pada kasus Neurotik atau kecemasan akut pada 2018 terjadi kasus 1 orang, tapi pada 2019 mengalami kenaikan sampai 448 orang.

Sementara pada Psikotik akut atau gangguan jiwa kelas berat, pada 2018 tidak ada kasus, sementara pada 2019 terjadi lonjakan tajam sampai 157 orang. Untuk kasus kejiwaan skizofrenia dan gangguan psikotik kronik, pada 2018 dialami oleh 34 pasien. Sementara pada 2019 naik menjadi 622 orang.

ARTIKEL SERUPA  APARAT DESA MAU GERUDUG BUPATI, AKIBAT SILTAP 2019 DUA BULAN BELUM DIBAYAR

Dokter Eva menambahkan, kenaikan tajam pada kasus stress dan kejiwaan ini bisa jadi belum bisa secara akurat menggambarkan kondisi sosial yang sesungguhnya. “Kenaikan tajam pada 2019 lebih disebabkan pendataan terhadap kasus gangguan jiwa dan stres lebih dioptimalkan,” jelasnya.

Meski begitu, menurut Eva, data yang masuk adalah data akurat. “Pada 2019 kita banyak melatih kader kesehatan jiwa di tingkat Puskesmas. Kita juga sudah melatih 100 orang petugas di Puskesmas. Pendataan ini intensif dan kami jemput bola,” jelas Eva.

PERNAH NOMER SATU TINGKAT NASIONAL

Sementara itu, Direktur Utama BLU RS Bayu Asih Agung Darwis Nataatmadja menyatakan pada Riset Kesehatan Dasar 2007, dalam soal gangguan kejiwaan, Purwakarta pernah menempati rangking satu secara nasional.

“Dari riset itu terungkap bahwa prevalensi gangguan jiwa di Jawa Barat mencapai 20%. Lebih tinggi jika dibandingkan dengan prevalensi Nasional sebesar 11%. Sementara, prevalensi di kabupaten/kota, tertinggi di Kabupaten Purwakarta mencapai 31,9%. “Kita juga sempat heran kok bisa begitu ya,” jelas Agung.

Yang lebih aneh, menurut Agung, stres dan gangguan jiwa justru terjadi di daerah-daerah yang sejuk seperti Wanayasa, Bojong, Kiarapedes, di samping Kecamatan Purwakarta. “Ini tentu agak susah menjelaskannya secara sosiologi,” jelas Agung.

Pihaknya memastikan bahwa stres dan gangguan jiwa yang dialami oleh masyarakat Purwakarta lebih banyak disebabkan oleh tekanan ekonomi. “Bisa dipastikan tekanan ekonomi lebih dominan,” jelas Agung.

JUMLAH PASIEN POLIKLINIK JIWA RS BAYU ASIH (Sumber : Data RS Bayu Asih 2019)

KECAMATAN20182019
Purwakarta426416
Jatiluhur12594
Babakancikao10181
Plered9980
Bungursari7572
Pesawahan7363
Sukatani7357
Darangdan6152
Campaka5648
Tegalwaru4945
Wanayasa4936
Bojong3922
Cibatu3520
Kiarapedes246
Pondoksalam2317
Maniis136
Sukasari95
TOTAL1.3471.139

Pihaknya menambahkan bahwa untuk kasus kejiwaan, dengan jumlah pasien yang lumayan besar, upaya pelayanan kepada mereka mesti lebih ditingkatkan. “Ini tantangan tersendiri buat RS Bayu Asih,’ jelasnya.

ARTIKEL SERUPA  KEJAGUNG AKAN TINDAKLANJUTI DUGAAN KORUPSI DPRD PURWAKARTA

Sejak 2018, menurut Agung, jumlah dokter yang mengelola klinik gangguan jiwa sudah ditambah menjadi dua orang. “Ini untuk mengoptimalkan layanan,” jelas Agung. (nur/bay/PU).

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *