Head LineKomunitasPemda

JUMLAH ODP DAN PDP NAIK TERUS, BUPATI LANGSUNG PIMPIN PENANGANAN CORONA DI PURWAKARTA

DANA BANTUAN SOSIAL HANYA UNTUK WARGA MISKIN DAN WARGA TERDAMPAK EKONOMI

PURWAKARTA (eNPe.com) – Warga dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Purwakarta terus naik jumlahnya. Bupati memutuskan untuk memimpin langsung penanganan wabah Corona agar pencegahannya lebih masif.

Bupati Anne Ratna Mustika menyatakan hal itu kemarin (3/4/20) saat menggelar konferensi pers di hadapan sejumlah media. ” Jumlah warga dengan status OPD naik 10 orang, yang semula 187 orang menjadi 197 orang,” jelas Anne.

“Penanganan wabah Corona sekarang saya pimpin langsung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19.” (Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika).

Menurutnya, penambahan 10 orang itu ada di tiga kecamatan. “Kecamatan Purwakarta lima orang, kecamatan Jatiluhur tiga orang, dan Kecamatan Sukatani dua orang,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Anne, jumlah pasien dengan status PDP juga naik menjadi enam orang, ada penambahan tiga orang. “Dari enam orang itu empat di RS Bayu Asih, satu di RS Siloam. Yang satu PDP ringan jadi melakukan isolasi mandiri di rumahnya,” jelan Anne.

Sedangkan tambahan tiga pasien PDP, menurut Bupati,”Mereka dari Kecamatan Purwakarta, Plered dan Babakancikao. Yang positif masih dua orang.”

BANTUAN DANA SOSIAL BELUM JELAS

Sementara itu, Anne menambahkan bahwa nanti ada bantuan dana sosial dari Pemprov Jabar dan APBD Pemkab Purwakarta. “Dari APBD kita siapkan Rp 18 miliar untuk tiga bulan,” jelas Anne.

Menurutnya, yang berhak mendapat bantuan dana ini adalah mereka yang berstatus miskin, menjelang miskin, orang yang berpenghasilan tidak tetap dan warga yang secara ekonomi terdampak oleh wabah Corona,” jelasnya.

Anne menambahkan, kapan bantuan itu akan dibagikan belum jelas. “Kami lagi melakukan sinkronisasi data dengan Pemprov Jabar. Karena kami tidak ingin terjadi dobel bantuan. Jadi nanti yang sudah mendapat dari Pemprov maka dari Pemkab tidak mendapat lagi,” jelasnya.

Karena sinkronisasi data itu belum selesai, menurut Bupati, kapan bantuan ini dibagi belum jelas. “Tapi kami jamin untuk April, Mei Juni bisa dibagi. Dari Pemkab per KK mendapat Rp 300 ribu. total KK yang bakal menikmati sebesar Rp 20 ribu KK. Kami berikan dalam bentuk uang, agar ibu-ibu bisa belanja di warung tetangga,” jelas Anne.

Pihaknya menegaskan, kini penanganan wabah Corona dipimpin langsung oleh Bupati. “Kalau semula Satgasus dipimpin Sekda, Sekarang saya pimpin langsung,” jelas Anne.

Model kelembagaannya, menurut Anne juga berubah. “Dari Satgasus menjadi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19. Dan Saya yang pimin langsung,” jelas Anne.

Secara struktural, tambah Bupati, gugus tugas ini terdiri dari semua komponen. “Ada Tim dari Pemkab, Muspida, Muspika, LSM, Ormas, Aktivis Mahasiswa, Kades dan RT/RW. Jadi lebih longgar dan luas,” jelasnya. (ril/PU)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close