Head LineKomunitasPemda

JUMLAH ODP DAN PDP DI PURWAKARTA TERUS NAIK. PEMUDA PANCASILA (PP) LAKUKAN PENYEMPROTAN MASAL DESINFECTAN

ODP 164 ORANG, PDP ENAM ORANG, POSITIF CORONA 1 ORANG

PURWAKARTA (eNPe.com) – Jumlah warga yang terdampak virus Corona dengan status Orang Dalam Pemantauan dan Pasien Dalam Pengasawan (PDP) di Purwakarta naik terus. Anggota Jubir Penganggulangan Covid-19 meminta agar masyarakat mematuhi SOP yang telah ditetapkan oleh Bupati.

Dr Erlitasari, perwakilan dari Satgas Penanggulangan Covid-19 Pemkab Purwakarta menegaskan itu kepada sejumlah media akhir pekan lalu.

“Langkah PP melakukan penyemprotan masal itu untuk membuktikan komitmen PP terhadap upaya pencegahan yang sungguh-sungguh.” (Sekjen MPC PP Purwakarta Asep Kurniawan).

“Jumlah warga dalam status ODP naik dari 115 menjadi 164 orang, jadi ada kenaikan 49 orang. Sementara pasien dengan status PDP naik 50%, dari semula empat orang menjadi enam orang. Sementara yang positif Corona tetap satu orang,” jelas Erlita.

Ia berharap, warga Purwakarta mematuhi SOP yang telah ditetapkan pemerintah. “Lakukan pembatasan kegiatan yang melibatkan banyak orang, jaga kesehatan tubuh dan kebersihan lingkungan. Itu kuncinya,” jelasnya.

Sebelumnya, sebanyak 35 tenaga medis terdampak wabah Corona, dan mereka masuk dengan status ODP. Mereka adalah tenaga medis dari RS Bayu Asih dan RS Thamrin.

PP SEMPROT DESINFECTAN SECARA MASAL

Sementara itu, MPC Pemuda Pancasila Purwakarta melakukan penyemprotan masal di Purwakarta. Langkah ini, menurut Sekjen PP Purwakarta Asep Kurniawan, sebagai bukti nyata sikap PP untuk ikut dalam penanganan wabah Corona.

“Kita ambil inisiatif agar warga bisa terbantu secara masif. Selama ini kita belum melihat keseriusan Pemkab Purwakarta melakukan penyemprotan masif di banyak tempat,” jelas.

Menurutnya, langkah pencegahan itu perlu kesungguhan yang nyata. “Ini langkah PP sebagai upaya pencegahan agar wabah ini tidak terus meluas,” jelasnya.

KETIDAK JELASAN ANGGARAN BENCANA

Sementara itu, Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) Zaenal Abidin menyatakan sampai detik ini, berapa alokasi anggaran yang disiapkan oleh Bupati masih simpang siur.

“Beberapa hari yang lalu Bupati menyatakan sedang menyiapkan anggaran Rp 20 miliar. Tapi selang sehari angka itu dikoreksi sendiri oleh Bupati menjadi Rp 3 miliar. Padahal kebutuhan untuk menangkis wabah ini besar,” jelas Zaenal.

Ia tetap meminta agar anggaran untuk Tajug Gede Cilodong sebesar Rp 22,3 miliar dipangkas. “Alihkan untuk penanganan Corona. Membangun Tajug Gede itu tidak prioritas. Bupati mesti paham soal ini,” jelasnya.

Menurutnya, selama anggaran yang tersedia kecil, maka untuk menahan laju wabah ini akan berlarut-larut. “Ini yang mestinya dipikir Bupati. Dan menjadi kebijakan yang prioritas, agar jangan muncul kesan NATO, banyak omong tapi miskin tindakan,” jelasnya. (bay/KDR).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close