BisnisHead LineLingkungan

JAWABAN SURAT PT INDO BHARAT RAYON MENANTANG FORBES

ADA TEMUAN BARU DUGAAN PELANGGARAN PEMBUANGAN LIMBAH

PURWAKARTA (eNPe.com) – PT Indo Bharat Rayon (IBR) telah menjawab empat pertanyaan Forbes terkait masalah yang membelit perusahaan itu. Tapi menurut Ketua LSM KOMPAK, jawaban PT IBR seperti menantang. Forbes memutuskan untuk membawa persoalan ini ke jalur hukum yang mematikan.

Ketua DPC LSM KOMPAK Luthfi Bamala menegaskan hal itu kepada eNPe.com semalam (11/9). “Kita ditantang oleh PT IBR. Cara mereka menjawab pertanyaan kami sangat menyepelekan. Maka dari itu kita akan segera membuat laporan baik ke Polda Jabar maupun KPK,” jelas Luthfi.

LUTHFI BAMALA, KETUA LSM KOMPAK PURWAKARTA

PT IBR kemarin telah menjawab secara tertulis empat pertanyaan Forbes soal IMB IPAL yang berdiri di atas tanah negara, soal Amdal, soal surat kerjasama pemanfaatan lahan antara PT IBR dengan PJT II.

“Tapi dari gaya mereka menjawab, semua pertanyaan serius kita mereka abaikan. Ini tentu mengebiri hak publik untuk tahu persoalan IBR,” jelas Luthfi.

SURAT JAWABAN PT IBR KE FORBES

Sementara itu, Ketua DPP Wahana Pemerhati Lingkungan Hidup (WPLH) RI Teddy M. Hartawan menyatakan kalau membaca jawaban IBR sudah cukup untuk dijadikan bukti permulaan terhadap pelanggaran hukum. “Setidaknya mereka melanggar UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Publik,” jelasnya.

Menurut Teddy, jawaban PT IBR mengaburkan masalah. “Amdal itu bukan rahasia perusahaan. Publik berhak tahu soal Amdal perusahaan. Penjelasan mereka mengaburkan masalah,” jelasnya.

Maka dari itu, Teddy mendukung langkah hukum yang akan ditempuh oleh Forbes. “Setelah nanti bukti-bukti lengkap, maka akan lebih bagus segera buat LP ke Polda Jabar dan KPK. Kita pilah-pilah, mana yang dugaan pidana mana yang dugaan korupsi,” jelasnya.

TEMUAN LIMBAH BARU

Sementara itu, Wakil Ketua PP Purwakarta Fapet menegaskan hasil investigasi tim yang diturunkan telah menemukan berbagai dugaan pelanggaran lingkungan. “Kita sudah menemukan bukti telak pelanggaran lingkungan PT IBR. Bukti dalam bentuk rekaman ini yang akan memperkuat laporan Forbes ke Polda Jabar,” jelas Fapet.

ARTIKEL SERUPA  LIMBAH PT SOUTH PACIFIC VISCOSE DIDUGA CEMARI UDARA DAN AIR, WARGA TAHUNAN HIDUP MENDERITA

Sementara itu, Jumat pekan lalu, saat Tim Sidak dari Distarkim menyambangi PT IBR untuk memeriksa sejumlah bangunan yang selama ini tidak dilaporkan ke Pemkab, gagal masuk ke Pabrik. Mereka beralasan semua petinggi pabrik sedang tidak ada di tempat.

“Kami sudah mengajukan surat lagi ke IBR untuk memeriksa detail bangunan. Kalau kemarin kita belum berhasil ya kita surati lagi,” jelas Agung Wahyudi, Kepala Distarkim dengan santai.

Menurut Agung, selama ini PT IBR belum pernah melaporkan pembangunan yang telah mereka lakukan. “Maka dari itu kita akan cek langsung ke lokasi,” jelas Agung.

Manajer Humas PT IBR Irwan ketika dikonfirmasi berbagai soal yang membelit PT IBR enggan menjawab. Pertanyaan yang dikirim melalui saluran whatsapp tidak dibalas sama sekali. Irwan lebih suka diam ketimbang menjelaskan soal ini. (bay/KDR).

 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker