PolitikStraight News

IWAN TORANA : BUKU APBD AKAN SAYA BUKA APA ADANYA DI DESA-DESA

TERJUN KEMBALI KE POLITIK KARENA PRIHATIN DENGAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG KORUPTIF

IWAN Torana, siapa yang tidak kenal. Tokoh yang disegani hampir oleh semua lapisan ini, mengaku prihatin dengan tata kelola pemerintahan yang koruptif. “Purwakarta mesti diperbaiki, terutama tata kelola dalam memerintah. Kita tentu prihatin dengan kondisi Purwakarta yang dibangun tidak berdasarkan tata kelola yang baik. Sehingga korupsi dan nepotisme tumbuh subur,” jelasnya dengan nada getir.

SELALU DEKAT DENGAN PARA AKTIVIS PERGERAKAN

Kondisi itulah yang membuat ia terpanggil untuk terjun di politik. “Saya ingin ada perubahan total. Tidak bisa lagi pemerintahan dikelola semau guwe. Ini mesti diluruskan,” jelasnya.

Itor, begitu sapaan Akrab Iwan, maju dari Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda). Ia maju sebagai Caleg DPRD Purwakarta dari Dapil I, di Kecamatan Purwakarta. “Kami ingin buktikan bahwa partai Garuda akan mampu membawa perubahan di Purwakarta,” tandas Iwan penuh keyakinan.

Iwan adalah segelintir tokoh tua yang selalu menyuarakan keprihatianan terhadap pembangunan di Purwakarta. Menurutnya, ada yang salah dalam proses pembangunan selama 10 tahun ke belakang di tempat kelahirannya.

Hidup sebagai pengusaha konstruksi, Iwan mengaku risau dengan Purwakarta. “Kalau tata kelola dalam pemerintahan dikelola dengan prinsip-prinsip good governance, Purwakarta akan lebih maju lagi,” jelasnya.

KETIMPANGAN USAHA

Maka dari itu, Itor berkomitmen akan membawa Purwakarta lebih baik lagi dari sebelumnya. “Kita tata dari regulasinya. Dan ini hanya bisa dilakukan melalui jalur politik,” jelasnya.

Intinya, Iwan ingin mewujudkan visinya untuk membuka seluas mungkin, akan hak yang sama dalam berusaha. “Kalau akses terhadap APBD dimiliki oleh semua orang, pengusaha UMKM dan Koperasi, maka mereka akan tumbuh. Tugas pemerintah itu memfasilitasi itu,” jelasnya.

IWAN TORANA

Menurut Iwan, selama ini proyek hanya dinikmati oleh kroni-kroni penguasa. Tender bisa diatur-atur. Tidak ada transparansi. Ini yang akan kita ubah,” jelasnya.

ARTIKEL SERUPA  MEREVOLUSI MENTAL KERE

Kesempatan berusaha harus dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, jelasnya. “Kalau anggaran diatur-atur pasti kebocorananya besar,” jelasnya.

Melalui jalur politik, Iwan ingin hal-hal negatif tentang tata kelola APBD mesti dihapus. “Kita ingin Purwakarta lebih transparan, semua berjalan apa adanya. Intinya memberi hak yang sama dalam berusaha kepada siapapun,” tandas Iwan.

KONSISTEN DI BISNIS

Kini Iwan tetap ada di jalur bisnis. Ia mengelola beberapa resto di Bandung. Sikap hidup ini ia ambil karena bisnis telah membawanya sukses dan konsisten dalam mengkritisi pemerintahan. “Semakin banyak yang masuk ke dunia usaha itu semakin bagus. Kondisi ini akan menumbuhkan kreativitas dan kebebasan dalam bersikap,” jelasnya.

Di kalangan sesama pengusaha lokal, Iwan termasuk tokoh yang sering dimintai pendapatnya. Ia akan cepat bereaksi melihat berbagai kejanggalan yang ada. “Sepanjang untuk kepentingan kebenaran dan menyangkut hajat hidup orang banyak, saya selalu siap untuk berdiri paling depan untuk memperjuangkannya,” jelasnya.

Kini Iwan bersama kawan-kawan sesama aktivis antikorupsi mengagas berdirinya Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Purwakarta. Lembaga ini berdiri hampir di semua Kabupaten/Kota se Indonesia. Di GMPK Pusat mantan Ketua KPK Bibit Samad Riyanto, menjabat sebagai Ketuanya.

“Kita ingin korupsi bersih dari Purwakarta. Malu rasanya, Purwakarta yang katanya Istimewa, dugaan tindak korupsinya juga tidak kalah istimewanya,” jelasnya.

Iwan selalu prihatin dengan devisit APBD Purwakarta yang besar. “Ini karena salah kelola dalam keuangan pemda. Terlalu banyak kegiatan yang tidak perlu, tanpa mempertimbangkan kekuatan anggaran. Akibatnya APBD sempat lumpuh. Dan sampai sekarang keuangan Pemkab belum pulih,” jelasnya.

Iwan kini menjadi pengurus teras di Kadin Purwakarta. Ia juga menjadi penasehat di Gapensi Purwakarta. Pengalamannya di politik juga matang. Pada 1997, Itor pernah menjadi anggota DPRD Purwakarta dari partai Golkar.

ARTIKEL SERUPA  PETIR DAN GUNTUR MENGGELEGAR, ANGIN RIBUT MENGAMUK KENCANG, KETIKA KADISDUK PURWANTI TIBA-TIBA MEMANGGIL KPK KE KANTORNYA

Kini politisi gaek ini kembali turun gunung. “Saya ingin buku APBD dibuka lebar-lebar ke masyarakat. Bila perlu tiap desa punya buku APBD, sehingga masyarakat tahu uang APBD itu digunakan untuk apa saja,” jelasnya. (bay/PU).

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *