BisnisHead LineSuspensi

INGIN SUKSES MENGELOLA BUMDes, BELAJARLAH DARI BUMDes DESA SALEM

DELAPAN LANGKAH MENYEHATKAN BISNIS

Oleh : Guntoro Soewarno, Owner PT Raja Sengon Indonesia, Konsultan BUMDes.

Robert T Kiyosaki mensyaratkan untuk bisa sukses bisnis, kita mesti pernah jatuh dari bisnis. Bila perlu, katanya, jatuhnya berkali-kali. Tapi guru bisnis saya, Heppy Trenggono menyatakan, jatuh dari bisnis itu penting. Tapi cukup sekali saja. Anda jatuh dari bisnis, cari ilmunya, bangkit dan tumbuh kuat.

GUNTORO SOEWARNO

Saya tentu lebih setuju dengan Heppy Trenggono. Tapi antara Kiyosaki dan Heppy sama-sama ingin menegaskan bahwa kalau kita berbisnis tidak pernah merasakan bangkrut itu justru sangat berbahaya.

Hari ini saya dengan tim inti BUMDes Desa Selam menggelar pertemuan pertama untuk coaching business. BUMDes ini buat saya menarik, karena sejak lahir sudah tersandera oleh persoalan speed. Tapi percayalah, ibarat orang sakit, BUMDes ini baru kelas masuk angin, belum kena kanker stadium empat. Maka dari itu, untuk menyehatkan mereka kembali tidaklah rumit.

Apalagi, anak-anak muda pengelolanya memang punya komitmen tinggi untuk suskes, sehat, tumbuh ada cashnya dan kuat. Ini ibarat bekal pokok sebagai pondasi bisnis sudah ada.

Dan sebagai catatan penting, mereka jadi sakit flu juga bukan oleh salah kelola. Tapi BUMDes ini sejak lahir memang telah masuk dalam perangkap speed, sang pembunuh berdarah dingin dalam bisnis. Dan keadaan pula yang memaksa mereka mau tidak mau menerima keadaan ini.

Sehebat apapun ilmu bisnisnya, begitu sudah tersandera oleh speed, maka soal bangkrut itu tinggal menunggu waktu saja. Apalagi, BUMDes ini dikelola oleh anak-anak muda yang hanya bermodal semangat. Dalam bisnis itu, semangat memang modal penting. Tapi mesti ditambah skill dan karakter bisnis.

Dunia bisa diubah selalu oleh anak-anak muda yang punya semangat. Terutama semangat untuk memandirikan desanya, melalui langkah sukses mengelola bisnis, mengelola BUMDes.

ARTIKEL SERUPA  FRAKSI PKS DPRD JABAR LAPOR KADISDIK, TERKAIT PELANGGARAN PPDB OLEH SMAN 2 PURWAKARTA

Kesadaran untuk segera mengoreksi ke dalam, juga ada di pengelola BUMDes Salem. Dua modal penting, semangat dan mau mengoreksi diri sudah lebih dari cukup untuk bisa menyehatkan BUMDes ini. Tinggal apa-apa yang sudah diputuskan segeralah dieksekusi. Anak-anak muda ini perlu belajar untuk bisa disiplin dieksekusi.

DELAPAN LANGKAH PRINSIP DAN MENDASAR

Bagaimana mengelola risiko speed sehingga bisnis bisa sehat kembali. Beberapa hal mendasar ini perlu dilakukan;

Pertama, JANGAN PANIK.

Ketika bisnis lagi surut, maka yang wajib dilakukan oleh pengelola adalah jangan panik. Tangani persoalan bisnis dengan hati dan kepala dingin. Semakin anda panik, maka masalah akan makin membesar, akan mengganggu konsentrasi dan persoalan bisa berkepanjangan.

Kedua, TETAP FOKUS PADA BISNIS

Ketika lagi ada masalah, energi tetap 80% untuk fokus produktif. Masalah kita pikirin 20% saja. Ketika ada masalah dan masalah anda pikirkan 100%, maka masalah itu akan makin membesar, sangat menguras energi dan kita tidak akan mampu menangani masalah itu. Karena pikiran kita tidak akan bisa jernih. Intinya, lokalisir masalah, hanya kita pikirin 20% saja.

Ketiga, JANGAN DENGERIN GUNJINGAN ORANG

Bisnis yang bertujuan untuk melakukan perubahan di Desa, seperti BUMDes, di masyarakat selalu terjadi polarisasi. Ada yang pro dan ada yang kontra. Kondisi ini akan makin menyulitkan ketika bisnis yang lagi dikembangkan mengalami masalah.

Biasanya, kalau sudah seperti itu, pro kontra makin nyaring bunyinya. Semua jadi bahan cibiran yang memerahkan telinga. Nah, agar tidak mengganggu fokus, jangan dengarkan pembicaraan mereka. Abaikan dan ambil sikap cuekin seribu persen. Tampung ungkapan yang kasih solusi saja. Jangan dengarkan pembicaraan yang hanya bisa mencibir saja. Tetap fokus produktif.

ARTIKEL SERUPA  KMP MINTA PT INDONESIA VICTORY GARMENT DITUTUP

Keempat, LAKUKAN LANGKAH EFISIENSI

Pangkas habis semua pengeluaran yang boros. Pangkas jangan ragu. Biar makin efisien. Langkah ini penting agar pengeluaran bisa dihemat, sehingga sisa anggaran bisa untuk cadangan. Langkah ini perlu jujur brutal. Potong gaji, bicarakan baik-baik, sekiranya beban gaji memberatkan. Bicara apa adanya itu penting.

Kelima, TINGKATKAN PENDAPATAN

Menyelesaikan problem bisnis yang mengancam cash flow lakukan dengan cara meningkatkan pendapatan. Lakukan langkah-langkah yang bisa menambah pundi-pundi pendapatan. Temukan modelnya, eksekusi saat itu juga.

Keenam, REVIEW ULANG STRATEGI MARKETING

Pendapatan akan meningkat kalau penjualan meningkat. Maka dari itu, ubah strategi marketing. Buat penjualan menjadi efisien, tingkatkan volume penjualan dan bangun jaringan marketing seluas-luasnya. Cari market yang bisa mendatangkan keuntungan optimal dan efisien.

Ketujuh, UBAH CARA BERMAIN

Ubah cara bermain bisnis dengan model yang lebih efisien, dan mengurangi risiko bagi bisnis kita. Misalnya, kembangkan plasma inti. Jual telur jangkrik ke plasma, jamin market mereka, bina skill mereka. Sehingga plasma tumbuh bagus. Lakukan dengan penuh kesadaran, konsisten dan sungguh-sungguh.

Kedelapan, GANDENG INVSTOR PRO

Langkah ini adalah langkah akhir, kalau kita ingin cepat pulih. Jual saham, dan kelola uang yang  masuk dengan baik dan sungguh-sungguh. Jangan salah pilih investor. Cari investor pro yang tahu bahwa bisnis itu kadang untung kadang rugi.

Sebagai catatan akhir, BUMDes didesain sebagai lembaga bisnis. Maka dari itu saat mengembangkan BUMDes itu lakukan pendekatan secara bisnis. BUMDes itu bukan lembaga sosial.

Dengan kesadaran seperti itu, pengelola wajib memahami dengan mendalam bahwa bisnis pada hakekatnya itu serba tidak pasti. Bisnis, untung dan rugi itu biasa. Bisnis itu ada risikonya. Dan ini yang penting bahwa untuk sukses bisnis yang menentukan 80% karena faktor karakter dan 20% urusan skill. Dan bisnis itu mesti dengan ilmu. Bisnis tanpa ilmu soal bangkrut tinggal menunggu waktu saja. (PU).

ARTIKEL SERUPA  LIMA JABATAN KADIS AKAN DILELANG, AKANKAH TERJADI JUAL BELI JABATAN LAGI?

 

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *