Head LinePemda

HAJI KARTA DAN PEJABAT PURWAKARTA DIPERIKSA KEJATI

TERKAIT DUGAAN KORUPSI SITU BEULEUD

PURWAKARTA (newspurwakarta) – Mantan Kabid Tata Bangunan Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Iwan Soeroso dan Kontraktor Situ Buleud Haji Karta, telah diperiksa Kejati Jawa Barat.

Pemeriksaan Haji Karta pelaksana proyek Situ Buleud, dibenarkan oleh Heri salah satu orang kepercayaannya. Asep salah satu tim inti di perusahaan Karta, menurut Heri juga sudah diperiksa Kejati.

Satu Sumber newspurwakarta yang mengetahui pemeriksaan itu menceritakan bahwa Kejati secara maraton telah memeriksa pejabat Pemda Purwakarta dan kontraktor, terkait dengan dugaan korupsi di proyek ini. “Sebentar lagi untuk kasus Sitbul masuk tahap penyidikan,” katanya.

sebelumnya, Kontrakor Mekanikal Elektrikal proyek Situ Buleud, Haji Karta menyatakan pihaknya siap diperiksa. “Saya sudah dengar ada pemeriksaan soal Mekanikal Elektrikal di Situ Buleud. Tapi saya belum mendapat panggilan Kejati. kalau saya dapat panggilan, saya siap untuk diperiksa.”

Haji Karta mengakui telah mengerjakan proyek itu sejak 2011. “PT yang kami gunakan PT Bagas Jaya. Dengan nilai proyek sebesar Rp 18 miliar,” katanya.

Kejaksaan Tinggi Jawa Barat telah memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Purwakarta. Pemeriksaan berlangsung pada 1 Maret 2018.

Fokus pemeriksan terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan dan pemasangan peralatan mekanikal elektrikal (ME) kawasan situ buleut pada 2016. Dasar pemanggilan itu adanya pengaduan masyarakat terhadap dugaan tindak pidana korupsi di proyek Itu.

Selama ini, kawasan Situ Buleud telah disulap oleh Bupati menjadi kawasan prestisius. Di tengah Situ telah dibangun air mancur warna-warni yang megah dan konon terbesar se Asia Tengggara.

Nama Haji Karta, menurut satu pengurus Organisasi para kontraktor di Purwakarta, diduga salah satu anak emas Bupati Dedi Mulyadi. Pengusaha asal Indramayu inilah yang menggarap proyek ME di Situ Buleud.

Sementara di lapangan, masih menurutnya, Haji Karta menempatkan dua orang yang bernama Heri dan Asep. Heri inilah yang menjadi tenaga ahli air mancur yang konon terhebat se Asia Tenggara.

Asep, orang kepercayaan haji Karta membenarkan adanya pemeriksaan Oleh Kejati Jawa Barat. “Saya memang sudah diminta Dinas Cipta Karya untuk melengkapi berkas-berkas sebagai bahan pemeriksaan sejak 2014 sampai sekarang.” Menurut Asep, ia mendapat tanggung jawab dari Haji Karta untuk pembangunan fisik. Kalau pak Heri bagian ME,” katanya.

Pihaknya menambahkan bahwa proyek Situ Buleud telah diaudit BPK pada 2014. Dari temuan BPK itu,”Perusahaan haji Karta harus mengembalikan uang ke negara sebesar Rp370 juta,” katanya. Sementara temuan BPK pada 2015,”Belum ada kabar berapa uang yang harus dikembalikan oleh PT Bagas Jaya.”

Sementara itu, Iwan Soeroso menyatakan bahwa sampai hari ini pihaknya belum diperiksa. “saya siap dipanggil,” katanya. Ia mengakui sebagai perencana awal proyek Situ Buleud. Iwan mengaku hanya menggarap bagian Detail Engineering Design saja. “Selebihnya soal pengerjaan fisik konstruksi saya tidak tahu menahu,” katanya. (wid/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *