BisnisHead LinePemda

HABISKAN ANGGARAN Rp 200 MILIAR, DESA SUKASARI MASIH TERISOLIR

PENGUSAHA : DIPROYEK INI DUGAAN KORUPSINYA SANGAT MASIF DAN TELANJANG

SUKASARI (eNPe) – Proyek Pembangunan jalan lingkar Barat Sukasari – Maniis telah menghabiskan anggaran Rp 200 miliar lebih. Tapi hingga kini Desa Sukasari masih terisolir. Menurut Ketua Komunitas Peduli Purwakarta (KPP), publik mesti mempertanyakan  soal proyek ini dengan serius.

Munawar Cholil, Ketua KPP menegaskan hal itu kepada eNPe.com  kemarin (23/6). “Tujuan proyek ambisius Dedi Mulyadi ini untuk membuka isolasi Desa Sukasari sampai Maniis. Tapi setelah menghabiskan anggaran Rp 200 miliar lebih, Desa Sukasari masih terisolir,” jelasnya.

DEDI MULYADI MESTINYA BERTANGGUNG JAWAB DENGAN MASIH TERISOLIRNYA DESA SUKASARI

Cholil menambahkan, lingkar Barat Purwakarta itu sesuai rencana akan menghubungkan antara Sukasari sampai Maniis. “Tapi dalam perjalanannya, proyek ini banyak menyisakan masalah. Dugaan korupsinya masif dan terang benderang,” jelas Cholil.

Ia menambahkan, kasus terbaru adalah pembangunan ruas terakhir dari arah Maniis. “Ini proyek di tengah jalan terhenti karena kehabisan anggaran. Jadi jalan mestinya sampai menyentuh jembatan, tapi terhenti. Jalan yang dibangun tidak sampai menyentuh jembatan,” jelasnya.

Belum soal jembatan yang hancur karena diterjang banjir sebelum Desa Sukasari dari arah Jatiluhur. “Ini proyek besar mesti kita sorot tuntas,” ujarnya.

KONDISI JALAN SUKASARI MASIH HANCUR

Pekan lalu tim eNPe.com menelusuri jalur itu dari Jatiluhur, Sukasari, Parang Gombong dan Maniis. Setelah melewati Desa Ciririp, memasuki Dea Sukasari sampai Parang Gombong jalanan masih berbatu, rusak dan terjal.

Sejumlah warga yang melintasi Desa Ciririp – Sukasari, hanya bisa menggunakan sepeda motor. Akibat jalan yang masih hancur, sepeda motor itu hanya bisa berjalan dengan kecepatan 20 Km per jam. Kondisi jalan rusak berat. Pada ruas-ruas tertentu jalan hancur akibat tanah yang bergelombang.

Di Kanan kiri jalan berbatu itu sebagian besar ditanami bambu. Pada sore hari dua truk melintas dengan sangat hati-hati untuk mengangkut bambu yang sedang dipanen.

KORUPSI MASIF

Pembangunan lingkar Barat Purwakarta, menurut satu pengusaha yang selama ini mengawasi jalannya pembangunan itu, adalah contoh terjadinya dugaan korupsi yang masif. “Itu daerah terpencil. Cara membangunnya bisa dipastikan asal-asalan. Makanya dugaan korupsinya luar biasa,” jelasnya.

Ia berharap aparat hukum menyelidiki secara tuntas berbagai dugaan korupsi di proyek ini. “Cara bermainnya kasar dan jorok. Banyak pelanggaran yang bisa dilihat secara kasat mata. Ini pesta poranya para koruptor,” jelasnya.

Sementara itu, pengamatan media ini di lapangan, jalur setelah Sukasari sampai Maniis, jalan mulai retak-retal. Retakan di tengah jalan tidak berbentuk garis lurus mengikuti alur jalan, tapi retakan itu seperti aliran sungai yang tidak jelas polanya.

Beberapa pekerja juga tampak sedang membongkar satu sisi jalan beton itu akibat sudah hancur. Beberapa waktu lalu di ruas ini terjadi longsor. Dan longsoran itu telah mengupas lapisan beton yang rapuh. (nur/tor/KDR).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *