Thursday, September 24, 2020
Beranda Head Line GARA-GARA BANSOS, SEMUA RT/RW DI DESA WANAYASA MENGANCAM MENGUNDURKAN DIRI

GARA-GARA BANSOS, SEMUA RT/RW DI DESA WANAYASA MENGANCAM MENGUNDURKAN DIRI

Pjs KADES JUGA DIDUGA JADI PEMICU KARENA IKUT JUALAN APD

WANAYASA (eNPe.com) – Semua perangkat RT/RW di Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa – Purwakarta, mengajukan pengunduran diri. Kasus ini dipicu oleh kekisruhan soal pembagian Bansos dan salah paham antar pengurus Desa. Warga juga mengeluhkan sikap Pjs Kades yang ikut menjual Alat Pelindung Diri (APD).

“Semua sudah mengajukan surat resmi pengunduran diri ke Pjs Kades. Dengan alasan yang berbeda-beda. Tapi pemicunya soal kekisruhan Bansos. Ada juga yang kecewa terhadap Pjs Kades yang ikut jualan APD,” jelas satu tokoh masyarakat Desa Wanayasa yang minta jati dirinya disembunyikan.

“Di Desa Wanayasa itu konflik biasa saja terjadi. Ini malah bisa mendewasakan kita dalam berdemokrasi. Mudah-mudahan dengan adanya kasus ini nanti ada perbaikan disemua elemen.” (Sekdes Wanayasa H. Ikhsan Firmansyah).

Ketua Bamusdes Desa Wanayasa Muhtar membenarkan kalau ada banyak surat pengunduran diri pengurus RT/RW di Desa Wanayasa. “Iya saya kemarin juga baca surat-surat itu. Tapi alasannya macem-macem, ada yang beralasan sedang hamil, ada yang beralasan sibuk,” jelasnya.

Ketika ditanya pemicunya keksiruhan soal Bansos, Muhtar membantah. “Enggak kalau Bansos di sini aman-aman saja. Kan usulan dari bawah yang bekerja pengurus RT,” jelasnya.

Sekretaris Desa Wanayasa H. Ikhsan Firmansyah membenarkan kalau ada surat dari RT/RW. “Ini bukan mengundurkan diri. Tapi mereka mempertanyakan soal kinerja aparat Desa yang mereka nilai tidak adil. RT/RW kerja keras, tapi ada satu dua staf Desa yang mereka nilai kerjanya asal-asalan,” jelasnya.

Ikhsan menyatakan, memang ada surat keberatan dari para ketua RT, bahwa ada salah satu isteri perangkat Desa yang tercatat sebagai penerima PKH. “Tapi sekarang sudah clear, yang bersangkutan sudah mundur sebagai PKM PKH,” jelas Ikhsan.

Konflik-konflik di Desa Wanayasa, menurut Ikhsan, adalah hal biasa. “Seru justru kita jadi terdidik berdemokrasi. Mudah-mudahan ke depannya jadi perbaikan seluruh eleman,” jelasnya.

Terkait dengan Pjs Kades yang ikut berbisnis pengadaan APD, Ikhsan membantahnya. “Di Desa Wanayasa, kita tidak menganggarkan pembelian APD,” jelasnya.

Pjs Kepala Desa Wanayasa Babang juga membantah kalau dirinya ikut berjualan APD. “Maaf itu tidak benar. Bisa dicek ke Sekdes,” jelasnya.

Babang juga menyatakan bahwa sampai hari ini belum ada Ketua RT/RW yang resmi mengundurkan diri. “In Sha Allah sampai hari ini tidak ada yang mundur,” jelasnya. (ril/jal/KDR).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

JEMBATAN DARURAT BODEMAN AKAN DIBANGUN DARI APBD PERUBAHAN TAHUN ANGGARAN 2020

SUDAH DIAJUKAN ANGGARAN PERUBAHAN SEBESAR Rp 5 MILIAR PURWAKARTA (eNPe.com) - Jembatan Bodeman yang runtuh, menurut satu...

POLDA DAN KEJATI JABAR PERIKSA EMPAT PEJABAT DISTARKIM PURWAKARTA TERKAIT DUGAAN KORUPSI DI 11 PROYEK TERMASUK TAJUG GEDE CILODONG

KETUA KMP : "KAMI AKAN KAWAL SAMPAI TUNTAS." PURWAKARTA (eNPe.com) - Polda dan Kejati Jawa Barat...

TEST SWAB DI RS BAYU ASIH KINI BISA DALAM DUA JAM DIKETAHUI HASILNYA POSITIF CORONA ATAU TIDAK

SETELAH MENDAPAT BANTUAN MESIN PCR DARI GUGUS TUGAS PUSAT PURWAKARTA (eNPe.com) - Test swab -untuk tahu pasien...

SETELAH SEMPAT HABIS, PASIEN DENGAN STATUS PDP MUNCUL LAGI

TINGGAL DUA KECAMATAN YANG MASIH ZONA MERAH PURWAKARTA (eNTe.com) - Setelah sempat sembuh 100%, kini pasien dengan...