Head LineKecamatanPemda

GARA-GARA BANSOS, SEMUA RT/RW DI DESA WANAYASA MENGANCAM MENGUNDURKAN DIRI

Pjs KADES JUGA DIDUGA JADI PEMICU KARENA IKUT JUALAN APD

WANAYASA (eNPe.com) – Semua perangkat RT/RW di Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa – Purwakarta, mengajukan pengunduran diri. Kasus ini dipicu oleh kekisruhan soal pembagian Bansos dan salah paham antar pengurus Desa. Warga juga mengeluhkan sikap Pjs Kades yang ikut menjual Alat Pelindung Diri (APD).

“Semua sudah mengajukan surat resmi pengunduran diri ke Pjs Kades. Dengan alasan yang berbeda-beda. Tapi pemicunya soal kekisruhan Bansos. Ada juga yang kecewa terhadap Pjs Kades yang ikut jualan APD,” jelas satu tokoh masyarakat Desa Wanayasa yang minta jati dirinya disembunyikan.

“Di Desa Wanayasa itu konflik biasa saja terjadi. Ini malah bisa mendewasakan kita dalam berdemokrasi. Mudah-mudahan dengan adanya kasus ini nanti ada perbaikan disemua elemen.” (Sekdes Wanayasa H. Ikhsan Firmansyah).

Ketua Bamusdes Desa Wanayasa Muhtar membenarkan kalau ada banyak surat pengunduran diri pengurus RT/RW di Desa Wanayasa. “Iya saya kemarin juga baca surat-surat itu. Tapi alasannya macem-macem, ada yang beralasan sedang hamil, ada yang beralasan sibuk,” jelasnya.

Ketika ditanya pemicunya keksiruhan soal Bansos, Muhtar membantah. “Enggak kalau Bansos di sini aman-aman saja. Kan usulan dari bawah yang bekerja pengurus RT,” jelasnya.

Sekretaris Desa Wanayasa H. Ikhsan Firmansyah membenarkan kalau ada surat dari RT/RW. “Ini bukan mengundurkan diri. Tapi mereka mempertanyakan soal kinerja aparat Desa yang mereka nilai tidak adil. RT/RW kerja keras, tapi ada satu dua staf Desa yang mereka nilai kerjanya asal-asalan,” jelasnya.

Ikhsan menyatakan, memang ada surat keberatan dari para ketua RT, bahwa ada salah satu isteri perangkat Desa yang tercatat sebagai penerima PKH. “Tapi sekarang sudah clear, yang bersangkutan sudah mundur sebagai PKM PKH,” jelas Ikhsan.

Konflik-konflik di Desa Wanayasa, menurut Ikhsan, adalah hal biasa. “Seru justru kita jadi terdidik berdemokrasi. Mudah-mudahan ke depannya jadi perbaikan seluruh eleman,” jelasnya.

Terkait dengan Pjs Kades yang ikut berbisnis pengadaan APD, Ikhsan membantahnya. “Di Desa Wanayasa, kita tidak menganggarkan pembelian APD,” jelasnya.

Pjs Kepala Desa Wanayasa Babang juga membantah kalau dirinya ikut berjualan APD. “Maaf itu tidak benar. Bisa dicek ke Sekdes,” jelasnya.

Babang juga menyatakan bahwa sampai hari ini belum ada Ketua RT/RW yang resmi mengundurkan diri. “In Sha Allah sampai hari ini tidak ada yang mundur,” jelasnya. (ril/jal/KDR).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close