BisnisHead LinePemda

FORBES PP – LSM KOMPAK AKAN “GEMPUR” INDO BHARAT RAYON, SELASA PEKAN DEPAN

PURWAKARTA (eNPe.com) – Forum Bersama (Forbes) Pemuda Pancasila (PP) – LSM KOMPAK akan mengerahkan ratusan massa untuk mempersoalkan PT Indo Bharat Rayon yang telah membangun IPAL di atas tanah negara.

“Kesalahan mereka fatal. Perusahaan sebesar itu membangun IPAL di atas tanah negara. Apalagi Pemkab Purwakarta menegaskan bahwa pembangunan IPAL itu juga tidak punya IMB,” jelas Ketua LSM KOMPAK Purwakarta Luthfi Bamala kepada eNPe.com hari ini (30/8).

LUTHFI BAMALA, KETUA LSM KOMPAK PURWAKARTA

Menurut Luthfi, bantahan dari PT IBR soal IMB itu tidak masuk akal. “Untuk menerbitkan IMB itu kepemilikan tanah harus jelas. Ini lahan IPAL milik PJT II. Dan Pihak PJT II tidak membolehkan lahan milik mereka dibangun apapun. Jadi, bagaimana akan terbit IMB,” jelas Luthfi.

Pihaknya menegaskan, keaslian IMB perlu dicek. “Sangat meragukan IMB yang ditulis beberapa media itu. Kami juga ada dokumen dari Kepala Distarkim yang menegaskan bahwa IMB untuk pembanguan IPAL dan Land Fill belum pernah ada,” jelas Luthfi.

Sebelumnya, Ketua Wahana Pemerhati Lingkungan Hidup (WPLH RI) Teddy M Hartawan menegaskan bahwa dua bangunan milik IBR bermasalah. “IPAL dan Land Fill keduanya belum mengantongi IMB. Sementara IPAL yang sudah beroperasi selama 10 tahun berdiri di atas tanah negara. Tanah itu milik PJT II, dan dalam perjanjian antara PJT II dengan PT IBR jelas-jelas dilarang dibangun apapun di atas lahan milik negara itu,” jelas Teddy.

DEMO BESAR

Sementara itu, hari ini Forbes telah melayangkan surat ke Polres untuk memberitahukan bahwa pada Selasa pekan depan Forber PP – LSM KOMPAK akan mengerahkan massa untuk mendemo IBR. “Kita serius akan menuntaskan persoalan ini,” jelas Luthfi.

Teddy M Hartawan menanggapi izin IMB yang beredar di banyak media meragukan izin itu. “Secara aturan formal, IMB itu tidak mungkin terbit,” jelas Teddy hari ini. (ril/PU).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close