Head LineKriminalPolitik

DPC PROJO AKAN KAWAL KEJAGUNG AGAR TUNTASKAN KASUS SPPD FIKTIF DPRD PURWAKARTA

SERANGAN BALIK KE ZAENAL ABIDIN MULAI DILANCARKAN LAWAN

PURWAKARTA (eNPe.com) – DPC Projo akan mengawal ketat proses hukum dugaan korupsi SPPD dan Bimtek Fiktif yang diduga melibatkan 45 anggota DPRD Purwakarta. Kenurut Ketua Projo Purwakarta, pihaknya akan berkoordinasi dengan Ketua Umum DPP Projo.

ASEP BURHANA

Ketua DPC Projo Purwakarta Asep Burhana menegaskan itu kepada eNPe.com kemarin (22/9). “Pemberantasan korupsi mesti tidak pandang bulu. Maka dari itu sikap Projo jelas, mendukung pemberantasan korupsi sampai tuntas,” jelas Asep.

Pihaknya menjamin bahwa proses hukum terhadap kasus SPPD fiktif ini akan tuntas. “Kami akan berkoordinasi dengan pak Budi Ari Setiadi sebagai Ketua Umum DPP Projo. Kami meminta agar DPP mengawal ketat kasus ini sampai tuntas di Kejagung,” jelas Asep.

Projo, menurut Asep Burhana, punya kewajiban menjaga visi Indonesia Jokowi. “Pemberantasan korupsi adalah wujud nyata dari Visi Indonesia Jokowi,” jelasnya.

Sebelumnya, Jam Intel Kejagung pada 26 Agustus 2019 telah menurunkan disposisi kepada Jam Pidsus Kejagung agar menerbitkan sprindik baru untuk 45 anggota DPRD Purwakarta periode 2014-2019. Dari jumlah itu, 23 orang di antaranya jadi anggota dewan lagi dan satu orang anggota meninggal dunia.

Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) Zaenal Abidin menegaskan sikap Kejagung yang merespon cepat pengaduan dari KMP patut diapresiasi. “Serangan balik ke pribadi saya sudah mulai dilancarkan. Kami tidak bakal mundur oleh teror dan ancaman. Perjuangan kami akan tuntas sampai ke akar-akarnya,” tegas ZA sapaan akrab Zaenal.

Sementara itu, mantan Kasi Pidsus Kejari Purwakarta Edy Monang Samosir juga menegaskan siap menuntaskan dugaan kasus korupsi SPPD dan Bimtek fiktif. Menurutnya, kasus ini bisa menyeret semua anggota DPRD Purwakarta periode 2014-2019.

“Saya siap jadi penyidik kasus ini kalau Kejagung meminta soal ini saya tuntaskan,” jelas Monang.

Ia menambahkan, apa yang dulu dia sidik semua sudah jelas. “Yang kami sidik saat itu sudah jelas. Semua unsur pimpinan dan anggota dewan berpotensi jadi tersangka,” jelas Monang.

Meski begitu, jelasnya, mereka jadi tersangka atau tidak sangat tergantung bukti dan perkembangan dalam persidangan kemarin. “Jadi masih tetap bergantung kepada bukti yang ada dan pengakuan mereka dipersidangan,” jelas Monang. (bay/KDR).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close