Head LinePemdaPolitik

DISTARKIM BELUM TAHU, RENCANA BANGUNAN NYAI POHACI DI KOMPLEK TAJUG GEDE CILODONG SEBESAR Rp 7 MILIAR MAU DIBUAT SEPERTI APA

“ULAMA MESTI PROTES UPAYA MEMBANGUN KEMUSYRIKAN YANG MENGAWINKAN MASJID DENGAN DEWI PADI NYAI POHACI.”

PURWAKARTA (eNPe.com) – Kawasan museum dan patung Nyai Pohaci yang akan dibangun di Tajug Gede Cilodong senilai Rp 7 miliar, ternyata belum ada perencanaan apapun. Menurut Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (kmp), ini kasus serius yang perlu dipertanyakan. Karena mereka sudah berhasil menggaruk uang APBD tapi mau dibangun seperti apa mereka ternyata tidak tahu.

Zaenal Abidin, Ketua KMP menegaskan hal itu kepada eNPe.com semalam (8/2). “Kasus ini sungguh memalukan. Aspek perencanaan mereka sangat payah,” jelas Zaenal.

“Rencana Pembangunan kawasan Nyai Pohaci mesti kita persoalkan. Terlalu membahayakan buat akidah ummat.” (Zaenal Abidin, Ketua KMP)

Sementara itu, Muhtar Jalaluddin, Kabid Tata Bangunan DIstarkim Pemkab Purwakarta menyatakan anggaran itu benar adanya. “Ini sudah keputusan antara eksekutif dan legislatif. Bahkan sekarang akan masuk proses lelang,” jelas Muhtar.

Tapi ketika ditanya, apa saja yang akan dibangun di kawasan Nyai Pohaci itu? Muhtar mengaku tidak tahu. “Itu urusan pimpinan. Memang belum masuk aspek perencanaan,” jelas Muhtar.

Sebelumnya, untuk anggaran 2020, Bupati Purwakarta mengalokasikan dana untuk pembangunan kawasan Tajug Gede Cilodong sebesar Rp 19,1 miliar. Dari jumlah itu, sebesar Rp 7 miliar akan digunakan untuk membangun museum dan patung Nyai Pohaci.

Nyai Pohaci adalah Dewi Padi. Simbol klenik bagi kalangan penghayat kepercayaan. Dalam tradisi petani kuno, tiap akan panen padi, mereka menyajikan sesajen untuk persembahan kepada Nyai Pohaci. Kini, nuansa klenik akan dipadukan dalam satu kawasan dengan masjid oleh Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.

ULAMA MESTI PROTES

Sementara itu, Zaenal menambahkan, apa yang dilakukan oleh Bupati di Tajug Gede akan merusak akidah ummat. “Mengawinkan Nyai Pohaci satu kompleks dengan Masjid itu sama saja mencampuradukkan antara akidah Islam dengan kemusyrikan. Ini sangat berbahaya bagi ummat di masa yang akan datang,” jelasnya.

ARTIKEL SERUPA  KPK PELOTOTI PROSES MUTASI PEJABAT DI PEMKAB PURWAKARTA

Karena itu, jelas ZA, ulama Purwakarta mesti protes terhadap rencana pembangunan itu. “Ini demi menyelamatkan generasi muda Islam di masa yang akan datang,” jelas Zaenal.

Kasus Nyai Pohaci sebelumnya sempat menyeruak di publik saat ulang tahun Purwakarta beberapa waktu lalu. Saat itu Nyai Pohaci dijadikan thema utama hari ulang tahun Purwakarta.

Setelah diprotes Ulama, Bupati akhirnya melakukan kompromi dengan Ulama dan membatalkan acara yang berbau klenik di perayaan itu.

Ketua Fatwa MUI Purwakarta Dr. Ust Azi Ahmad Tajuddin kepada media ini menegaskan akan mengkaji soal ini di internal MUI. “Kami akan kumpulkan data yang akurat agar fatwa kami menjadi tepat dalam mensikapi kasus ini,” jelas ust Azi. (nur/bay/KDR).

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker