KomunitasPemdaStraight News

DINAS PANGAN DAN PERTANIAN DIDUGA GUNAKAN DANA Rp 500 JUTA TANPA LELANG

DIGUNAKAN UNTUK KEGIATAN NGARUWAT LEUWEUNG

PURWAKARTA (newspurwakarta.com) – Kegiatan Ngaruwat Leuweung yang menghadirkan komedian Sule, beberapa waktu lalu di Tajug Gede Cilodong, menghabiskan dana Rp 500 juta. Kegiatan yang masuk kedalam bidang SDP sumber daya pertanian Dinas Pertanian Kamkab Purwakarta ini diduga tidak menggunakan proses lelang.

Informasi tersebut diperoleh newspurwakarta.com dari Badan Keungan dan Aset Daerah (BKAD). SP2D kegiatan ngaruwat leuweung Dinas Pertanian melalui bidang SDP di Tajug Gede Cilodong sebesar Rp 500 juta tanpa lelang

Ketika dimintai komentarnya Kabid SDP Suntama mengaku pihaknya menggunakan anggaran kurang dari Rp 500 juta dan menggunakan pihak ketiga.

“Anggaran kami dipergunakan untuk pembuatan kaos kurang Rp 122 juta, mamin (makan dan minum) Rp 60, kesenian  Rp 60, tranportasi Rp 50 juta, dan uang saku peserta Rp 50 juta. Untuk pihak ketiganya saya lupa. Silahkan tanyakan ke BKAD,” kata Suntama, Hari ini (14/3).

Sementara itu, ketika disinggung mengenai biaya menghadirkan komedian Sule, Suntama mengaku tidak tahu. “Kami tidak tahu anggaran dari mana, tiba-tiba Sule datang. Yang pasti tidak menggunakan anggaran Dinas Pertanian,” katanya.

Kegiatan yang terkesan acara dadakan untuk kepentingan politik salah satu calon anggota DPR RI dari partai Golkar, Dedi Mulyadi ini dibantah keras Suntama. “Kegiatan ini sudah kami rancang dari 2018 dan masuk DPA tahun 2019,” katanya.

ACARA UTAMA SEPI

Pekan lalu, Dedi Mulyadi membangun Taman Giri Harja di wilayah Tajug Gede yang diduga dibiayai oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta.

Hal tersebut diungkapkan Dedi Mulyadi dalam acara Dialog Umum Peningkatan Mutu Pertanian di Tajug Gede, Bungursari, Rabu (4/3).

Pada acara tambahan ini, peresmian pembangunan Taman Giri Harja ditandai dengan penandatanganan MoU antara Dinas Pendidikan, Pertanian, dan Pariwisata.

ARTIKEL SERUPA  WUSMIN TAMBUNAN AKAN GUGAT BUPATI ANNE KE PTUN

Ketika disinggung mengenai “kuasa” Dedi Mulyadi membangun Taman Giri Harja, Pj Sekda Pemkab Purwakarta, Iyus Permana menyatakan, pembangunan taman dibiayai pemerintah. “Saat ini dikelola Pak Dedi. Tetapi, setelah beliau menjadi anggota DPR RI akan dialihkan,” katanya.

Sementara itu, pada acara utama dialog antara Dinas Pertanian dan forum petani yang dilaksanakan setelah MoU Taman Giri Harja sepi pengunjung.

Dalam diskusi yang dipimpin Sekda Iyus, hanya diikuti sekitar 20 orang saja. (fan/PU).

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *