BisnisHead LinePemda

DINAS KOPERINDAG DAN UKM HANYA BINA UMKM YANG RAJIN SETOR “UPETI”. MAYORITAS UMKM DIBIARKAN MATI SURI TANPA PEMBINAAN.

ANGGARAN UNTUK PEMBINAAN UMKM MASIH KECIL. KOMITMEN BUPATI ANNE DIPERTANYAKAN

PURWAKARTA (eNPe.com) – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengeluh terjadap pola pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UKM (Diskoperindag dan UKM). Menurut mereka, pembinaan terhadap pelaku UMKM terjadi hanya kepada para pelaku UMKM yang rajin setor “upeti” ke pejabat di dinas itu.

“Yang kita rasakan selama ini pembinaan terhadap UMKM hanya wacana saja. Minim sekali. Kalaupun ada pembinaan, hanya dilakukan ke orang itu itu saja. Mereka rata-rata selama ini dikenal rajin memberi “upeti.” Ini yang memprihatinkan,” jelas Harjanto satu penggiat UMKM di Purwakarta kepada eNPe.com akhir pekan lalu.

“Pembinaan UMKM oleh Dinas sudah banyak dilakukan. Setidaknya ada tujuh kelompok binaan dengan total anggota 1.000 orang.” (Kabid UKM Ahmad Nazar).

Menurutnya, kalau datang ke Dinas khususnya Bidang UKM, ruh untuk semangat membina nyaris tidak terasa. “Pejabatnya sibuk sendiri-sendiri, sementara stafnya pada santai-santai saja,” jelasnya.

Selama ini, alokasi dana dari APBD untuk pembinaan UMKM sangat kecil. Pada 2019 hanya sebesar Rp 1 miliar, jauh lebih kecil ketimbang dana untuk renovasi rumah dinas Bupati yang mencapai Rp 4 miliar.

Harjanto menambahkan, meski di dinas banyak kegiatan pembinaan UMKM, tapi menurutnya,”Mayoritas tidak ada yang tuntas. Hanya sebatas seremonial saja,” jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya meminta agar Bupati memenuhi komitmennya kepada UMKM dengan tindakan nyata. “Jangan banyak bicara pro UMKM tapi dalam postur anggaran dana pembinaan kecil bener. inikan konyol,” jelasnya.

Di Purwakarta, menurut data dari Pemkab Purwakarta ada sedikitnya 8.500 pelaku UMKM yang tersebar di 17 Kecamatan. Mayoritas dari mereka adalah pemain kuliner, jasa dan produk asesoris.

Kepala Bidang UKM Diskoperindag dan UKM Ahmad Nazar ketika dikonfirmasi menegaskan aturan dinas malah melarang menerima upeti dari UMKM. “Kami justru yang selama ini banyak memberi,” jelasnya.

Menurut Ahmad, ada tujuh kelompok UMKM binaan Dinas. “Kita membina hampir 1.000 UMKM,” katanya.

Meski begitu, pihaknya mengakui kalau dari aspek anggaran masih kecil. “Makanya kami membuka diri untuk melakukan kerjasama model pembinaan UMKM. Kerjasama dengan banyak perusahaan sudah kami lakukan,” ujarnya. (bay/PU).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close