Head LineKriminalPemda

DI AKHIR JABATAN DEDI MULYADI, ASET TETAP BERBENTUK GEDUNG, BANGUNAN DAN BARANG YANG HILANG MENCAPAI Rp 56,1 MILIAR

BERDASARKAN LHP BPK PADA 2017

PURWAKARTA (newspurwakarta.com) – Pernahkah kita kehilangan bangunan dan gedung? Tentu ini hal aneh. Tapi percayalah, ini terjadi di Pemkab Purwakarta. Berdasarkan catatan hasil audit BPK pada 2017, total aset tetap yang raib mencapai ratusan item senilai Rp 56,1 miliar.

Berdasarkan buku LHP BPK pada 2017, aset tetap yang hilang paling parah terjadi di Setda dan Dinas Pendidikan Pemkab Purwakarta.

Di Setda Purwakarta, pada 2017 ada sebanyak 574 item barang yang hilang. Total dari nilai aset tetap itu mencapai Rp 18 miliar. Sementara, masih di Setda, aset tetap dalam bentuk bangunan dan  gedung sebanyak 42 item bangunan juga hilang senilai Rp 11,6 miliar.

Sekda Pemkab Purwakarta pada 2017 dijabat oleh Padil Karsoma. Padil dikenal sebagai pejabat yang kariernya sangat melesat, dan diduga sebagai kader kesayangan Bupati Dedi Mulyadi.

Sementara di Dinas Pendidikan, aset tetap dalam bentuk 4 item barang juga hilang. Nilai dari aset itu mencapai Rp 5,6 miliar. Sementara ada dua jenis aset tetap yang tidak diketahui rinciannya dengan nilai mencapai Rp 13,6 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan saat itu dijabat oleh Purwanto. Publik Purwakarta tahu bahwa Purwanto adalah orang kepercayaan Dedi Mulyadi.

Sebelumnya, hasil audit BPK pada 2016, saat Purwanto menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan merangkap General Manajer BOS ada dana BOS senilai Rp 19 miliar yang diduga bermasalah.

Masih menurut laporan LHP BPK pada 2017 itu, aset tetap yang hilang di Dinas Poraparbud, dalam bentuk gedung dan bangunan senilai Rp 1,7 miliar.

Sementara itu di Dinas Kominfo, aset tetap dalam bentuk peralatan dan mesin sebanyak 99 item, oleh BPK dinyatakan hilang. Nilai aset itu mencapai Rp 1,6 miliar.

ARTIKEL SERUPA  KPK NILAI MUTASI PEJABAT DI PURWAKARTA DIDUGA HASIL IJON SAAT PILKADA

Di Dinas PUBMP Pemkab Purwakarta, jumlah aset tetap yang tidak diketahui keberadaannya senilai Rp 4 miliar.

Sementara itu, Tarman Sonjaya dari Komunitas Peduli Purwakarta (KPP) menyatakan bahwa kalau banyak aset hilang begitu tentu aneh. “Gedung dan tanah bisa hilang itu ke mana hilangnya,” jelas Tarman.

Agar persoalan ini menjadi jelas, pihaknya meminta agar aparat hukum turun untuk mengungkap kasus ini. “Ini biar menjadi terang,” katanya.

Ia menambahkan, kalau rumah dan gedung sampai hilang, itu bagaimana logikanya. “Ini tidak mungkin dijual,” jelas Tarman. (tim/KDR).

 

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *