Head LinePemdaPolitik

DEDI MULYADI DINILAI “GENIT” MELAKUKAN KUNKER KE PEMKAB PURWAKARTA

SEMUA PEJABAT SAMPAI KADES WAJIB HADIR

PURWAKARTA (eNPe.com) – Kunjungan kerja anggota DPR Dedi Mulyadi ke Pemkab Purwakarta besok dinilai aneh bin ajaib. Menurut satu pengacara KPP, Dedi Mulyadi kelewat genit.

Sepanjang hari ini dibanyak group whatsapp berdar undangan Bupati. Undangan itu mewajibkan semua Kadis dan pejabat eselon III untuk hadir pada kunjungan kerja  Dedi Mulyadi, besok pukul 07.00. Pertemuan akan di gelar di Balai Syawala Yudhistira.

ADVOKAT RIYAD ABDUL HANAN, SH

Pada undangan lain, mewajibkan semua kades untuk ikut hadir dalam pertemuan itu. Tapi undangan ini tidak mencantumkan siapa yang mengundang. Di situ hanya disebutkan bahwa kehadiran DM untuk memberi pengarahan kepada pejabat Pemkab Purwakarta.

Dunia medsos pun riuh rendah mengomentari langkah DM ini. “Kebanggaan orang Purwakarta, jadi anggora DPR RI, baru crot, langsung kunker ke kampung sendiri,” jelas Tarman Sonjaya.

Pengacara KPP Riyad Abdul Hanan pun berkomentar ringan. “Akh Dedi mah kelewat genit,” ujarnya.

Husein Yanuar menilai kunker Dedi ini sebagai produk feodelisme.”Kunjungan ini mesti kita nilai etis tidaknya. Bahkan bisa masuk kategori penyalahgunaan wewenang. Menerima kunjungan kerja suaminya,” ujarnya.

TARMAN SONJAYA

Pengacara Deden Supriyadi SH menilai kunjungan itu biasa saja. “Kita jangan menilai berlebihan. Anggota Dewan itu manusia biasa. Bukan dewa, bukan profesor, bukan doktor. Hanya mesti dikontrol biar lurus kerjanya, jangan menjadi kontroversial,” jelasnya.

Menurut Deden, kunjungan Dedi mesti dicek dulu ada tidak surat resminya. “Karena baru pelantikan, masa sudah kunker. Di DPR kan ada Tatibnya. Kan tahapannya ada Proker, terus Bamus dulu. Jadi ini acara apa? Tanyakan saja, jangan mau dibikin pusing oleh agenda dia. Lier atuh akh,” ujarnya.

TIDAK TERTARIK

Sementara itu, sejumlah Kades kepada media ini mengaku tidak tertarik hadir pada Kunker Dedi Mulyadi. “Apa yang mau dibicarakan, semua kita lagi bekerja menjalankan program,” jelas Kades di Kecamatan Sukatani. 

Kades dari Kecamatan Wanayasa menyatakan hal yang sama. “Akh paling hanya bicara-bicara saja tidak kongkrit,” jelasnya. Ia mengaku tidak akan menghadir pertemuan itu.

Seorang Kepala Dinas juga berkomentar sama. “Kalau saya dikasih pilihan untuk hadir atau tidak, saya memilih kirim staf saja,” jelasnya sambil tertawa ngakak.

Deden menambahkan, Anggota Dewan selama ini banyak ngomongnya saja, tapi miskin prestasi. “Prestasi mereka hanya mengaduk-aduk perpolitikan Indonesia,” jelasnya. (tim/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *