BisnisHead LinePemda

DEBIT AIR TERUS NAIK, PDAM JANJIKAN SEGERA SELESAIKAN SOAL PASOKAN AIR

KERUSAKAN PIPA DI MUNJUL BELUM TERATASI

PURWAKARTA (eNPe.com) – Problem pasokan air ke pelanggan terjauh PDAM disebabkan oleh kemarau yang panjang dan kerusakan pipa akibat bencana pada awal 2020. Menurut Direktur Utama PDAM Gapura Tirta Rahayu, berangsur-angsur debit air akibat hujan mulai naik. Dan bencana yang menyebabkan pipa putus akan segera diatasi.

Dadang Sahputra, Direktur Utama PDAM menjelaskan hal itu melalui rilisnya kepada sejumlah media hari ini (24/1). “Kalau lihat trendnya debit air terus naik. Ini tentu akibat hujan yang terus menerus,” jelas Dadang.

JARINGAN PDAM YANG JEBOL DI MUNJUL

Kalau tidak ada bencana pada awal 2020, menurut Dadang, problem air sebenarnya sudah bisa normal. “Tapi sejak ada bencana pasokan air menjadi problem lagi,” jelasnya.

Pihaknya berharap agar masyarakat bisa memahami problem ini. “Manajemen PDAM akan berupaya seoptimal mungkin agar kasus ini segera teratasi,” jelas Dadang.

Sebelumnya, sejumlah warga akan melakukan gugatan perdata ke PDAM. Langkah ini diambil akibat kerugian warga begitu besar. “Kami siap memfasilitasi gugatan warga,” jelas Ketua KMP Zaenal Abidin.

Sementara untuk gugatan class action ini warga telah menunjuk pengacara Riyad Abdul Hanan SH. “Kami siap dampingi warga agar gugatannya sukses,” jelas Riyad.

DEBIT TERUS NAIK

Dadang menambahkan, pasca musim kemarau yang terjadi selama enam bulan pada 2019, beberapa debit sumber air yang dikelola  oleh PDAM mengalami penurunan yang drastis. “Begitu juga waduk Jatiluhur,” jelas Dadang.

Pihaknya menambahkan, level air waduk Jatiluhur dalam keadaan normal pada ketinggian muka air normal maksimum adalah 107 mdpl (meter diatas permukaan laut) dan level minimum / ktitis ada di 87 mdpl.

“Sedangkan level terendah yg terjadi pada musim kemarau pada 2019 ini mencapai 85,3 mdpl, jadi penurunan permukaan air danau sebesar 21,7 meter,” ujarnya.

Menurut Direktur Utama PDAM ini, dengan sudah seringnya hujan di Kota dan Kabupaten Bandung, termasuk sepanjang aliran sungai Citarum membuat aliran air ke Purwakarta membaik. Meskipun tidak langsung besar, secara perlahan tapi pasti semua permasalahan mulai teratasi.

“Alhamdulillah secara bertahap permukaan air waduk Jatiluhur sampai dengan hari Jumat  (17/1/2020) sudah naik di level 91,9 mdpl. Jadi baru menambah permukaan air waduk jatiluhur  6,6 meter saja padahal turunnya 21,7 meter,” katanya.

Dadang menambahkan, dengan kondisi tersebut, sumber mata air Cigoong pada kondisi normal. Debit maksimum 60 ltr/dtk, tetapi musim kemarau tahun ini hanya 18 ltr/ dtk. Sampai dengan, Jumat  (17/1/2020) baru naik jadi 47,6 ltr/dtk.

“Begitu pula mata air Cilembang Sari yang pada keadaan debit normal adalah 120 liter/detik dan pada musim kemarau tahun ini debit terendah adalah 80 liter/detik. Dan debit sampai dengan hari Jumat  baru naik menjadi 104,8 ltr/dtk,” katanya.

Sehingga informasi dan penjelasan itu semua yang menjadi penyebab dan sekaligus menjawab kenapa pelayanan air bersih dari PDAM belum normal padahal sudah sering hujan.

Dengan mulai bertambahnya debit air tersebut, sehingga PDAM awalnya berencana untuk berangsur tidak lagi melakukan penggiliran pengaliran air.

Namun diawal  2020, terjadi Bencana Jebolnya Tanggul Irigasi Suplesi kamojing di Kelurahan Tegal Munjul Purwakarta yang dikelola PJT 2, yang membuat jaringan pipa air PDAM Purwakarta ikut terputus.

“Akibatnya pengaliran air ke wilayah Tegal Munjul, Munjul Jaya, Citalang ,Cimaung, Dian Anyar, dan daerah sekitarnya di Kecamatan Purwakarta mengalami gangguan,” ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini PDAM Gapura Tirta Rahayu Kabupaten Purwakarta sedang membangun SPAM Baru Purwakarta yang bersumber dari Danau Ir. H. Djuanda Jatiluhur dengan debit sebesar 300 lt/dt. Pembangunan SPAM ini diupayakan dapat memenuhi kebutuhan akan pelayanan air bersih di kota purwakarta baik perbaikan kondisi pelayanan eksisting juga perluasan pelayanan.(ril/KDR).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close