Head LineOpiniPolitik

DARI SKANDAL SPPD FIKTIF KINI PERSELINGKUHAN ANGGOTA DEWAN

DPRD PURWAKARTA SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA PULA

Oleh : Wusmin Tambunan, Pemerhati Kebijakan Publik, Pejabat Senior Disnakertrans Pemkab Purwakarta.

DPRD Purwakarta periode 2019-2024 baru saja dilantik pada hari Selasa, 6 Agustus 2019. Pelantikan tersebut diramaikan dengan aksi unjuk rasa mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat. Mereka menuntut dilakukannya penegakan hukum, pro justitia terhadap 23 orang DPRD incumbent yang tersangkut masalah korupsi SPPD dan Bintek Fiktif yang menjadi noda hitam Dewan.

WUSMIN TAMBUNAN

Seakan untuk menutupi segala kekurangan dan pelaksanaan tugas yang melempem selama periode tahun 2014-2019, konon seorang angota DPRD incumbent, yang berinisial FM, mantan Ketua Komisi I, cukup rajin “menggenjot” kinerjanya.

Dikala anggota DPRD yang baru dilantik masih merayakan suka cita, tanpa diduga lembaga terhormat ini sudah dikagetkan dengan terpaan badai tsunami. Bagaimana tidak kaget? Tidak ada badai, tidak ada hujan apalagi gempa bumi, Gunung Tangkuban Perahu juga masih bersahabat, tetapi kok bisa muncul tsunami?

Tsunami tersebut tidak lain karena ulah salah seorang anggota dewan incumbent yang ikut dilantik.  Ternyata selama menjalankan sebagai anggota DPRD Purwakarta periode 2014-2019 salah seorang anggota dewan ini sangat aktif untuk “menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen”. Meminjan istilah Menteri Penerangan Era Orde Baru, Harmoko, yaitu  “Sambung Rasa”.

Dalam rangka mengimplementasikan salah satu  Kewajiban Anggota DPRD   vide ketentuan Pasal 373 huruf (i) UU No. 17 Tahun 2014 tentang MD3,  yang berbunyi :  “Menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala”.

Untuk menjalankan kewajiban tersebut, sdr. FM benar-benar dengan  penuh  semangat membara  menunjukkan kinerjanya untuk “menyerap dan menghimpun aspirasi konstituennya”.

Tetapi mantan Ketua Komisi I tersebut sepertinya salah menterjemahkan makna “menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen”. Sdr. FM bahkan sampai tidak mengenal waktu pagi, siang bahkan hingga malam hari melakukan “kunjungan” kerjanya.

ARTIKEL SERUPA  EDY MONANG, MANTAN KASI PIDSUS KEJARI PURWAKARTA, SIAP TUNTASKAN KASUS SPPD FIKTIF DPRD PURWAKARTA

Ternyata sdr. FM rajin melakukan “kunjungan” kerja untuk menyerap dan menghimpun aspirasi ke tempat kos sdr. A di Kamar No. 3 Kompleks Green Kost di Tegal Munjul.

Sebagaimana dijetahui,  sdr. A adalah seorang ASN yang bertugas di Setwan DPRD  Purwakarta. Lah…. mengapa pula kunjungan kerja hanya ke kontrakan sdr. A?

Menurut istri  sang pemilik kos, dia sering melihat perempuan yang kemudian diketahui bernama  sdr. FM datang ke kamar No. 3, memakai mobil Brio warna putih. Newspurwakarta.com 11/08/2019.

Mungkin karena terlalu sering melakukan “kunjungan kerja” terutama  pada malam hari, lama-kelamaan hal ini menimbulkan tanda tanya. Kok rajin bangat kunjungan kerja? Ini benaran sambung rasa?

Sementara rekannya yang lain masih pusing mikirin  kasus SPPD Fiktif dan masih traumatik  diproses pihak Kejaksaan, ibu ini kok rajin kunjungan kerja?

Sekalipun kebohongan berlari secepat kilat, kebenaran akan selalu menjadi pemenang. Kata bijak tersebut, mungkin mulai berkecamuk di alam pikiran suami sdr. FM.

Untuk membuktikan hal tersebut, akhirnya DRS sang suami si anggota dewan tersebut mulai melakukan operasi senyap.

Pucuk dicinta, ulam tiba. KPK alias Ketua Persatuan Keluarga, sdr. DRS berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan alias OTT sendiri  tanpa melibatkan aparat penegak hukum. Mungkin DRS sudah tidak percaya aparat hukum sehingga dia bekerja single fighter.

Benar saja. Kecurigaan DRS selama ini terhadap istrinya terbukti melalui OTT. Pada Senin, 5 Agustus 2019, dia berhasil 100% menangkap istrinya FM berada di tempat kos sdr. A di Green Kost, Tegal Junti Munjul pada pukul 21.00 WIB. Ternyata kecurigaannya selama ini  atas tugas “menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen” alias Sambung Rasa yang begitu intensif dilakukan istrinya FM telah berubah menjadi “Sambung Raga” alias perselingkuhan. Weleh….weleh….weleh.

ARTIKEL SERUPA  LOKASI TAMBANG PASIR H. ENTIS, AHIN DAN ASEP ABDULLOH TIDAK MENGANTONGI IZIN

Luar biasa anggota dewan yang satu ini, ternyata tugasnya tidak hanya sekedar “menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen” tetapi juga diperluas k “menyerap tenaga dan hasrat konstituen”.

DPRD Purwakarta benar- benar ‘Sudah jatuh malah tertimpa tangga’. Pantasan selama 5 tahun belum kelihatan pelaksanaan fungsinya sebagaimana diamanatkan Pasal 365 ayat (1) UU MD3 terutama dalam fungsi “Pengawasan”.

Kok jadi  masyarakat yang harus mengawasi anda (PU).

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *