Head LineKecamatanKriminal

DANA DESA 2019 DI CADASMEKAR, KECAMATAN TEGALWARU DIDUGA DIKORUPSI

PEMBANGUNAN GOR CADASMEKAR BARU SELESAI 70%

TEGALWARU (eNPe.com) – Pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) di Desa Cadasmekar Kecamatan Tegalwaru diduga dikorupsi. Pembangunan GOR senilai Rp 400 juta, menurut satu warga, terbengkalai.

Satu tokoh masyarakat Desa Cadasmekar, menyatakan hal itu kepada eNPe.com hari ini (25/2). “Mestinya GOR itu selesai pada 2019, tapi baru selesai 70%,” jalasnya.

“GOR di Desa Cadasmekar mestinya selesai 2019, tapi pembangunan dari Dana Desa ini baru kelar 70%.”

Pihaknya menyatakan, selama ini besarnya dana desa yang masuk ke Cadasmekar dikelola secara tertutup. “Proyek GOR yang dibangun juga masyarakat tidak tahu berapa nilainya,” jelasnya.

Menurutnya, tokoh masyarakat sudah mencoba mengingatkan sang Kades. “Tapi yang terjadi malah kami dikucilkan. Padahal tujuan kami baik,” jelasnya.

Dana Desa yang masuk ke Cadasmekar menurutnya sebesar Rp 400 juta. “Dugaan kami menguap Rp 200 juta. Entah buat apa,” jelasnya.

SERTIFIKASI TANAH JUGA BERMASALAH

Pihaknya menambahkan, selama ini sebenarnya banyak kasus di Desa Cadasmekar. “Kasus sertifikasi tanah juga bermasalah. Pengelolaannya sangat tertutup,” jelasnya.

Di Desa ini, menurutnya, ada 800 bidang lahan warga yang disertifikasi. Per warga, menurutnya, ditarik Rp 150 ribu. “Tapi penggunaan uang itu untuk apa saja, kita tidak tahu,” jelasnya.

Warga yang menjadi panitia, menurutnya, yang bekerja melakukan pengukuran tidak mendapat upah. “Untuk beli minum dan rokok saja mesti urunan. Bahkan kadang beli sendiri,” jelasnya.

Padahal dari program ini, menurutnya,”Terkumpul uang Rp 120 juta. Uang itu ke mana saja.”

Baik kasus DD maupun program sertifikasi tanah telah membuat warga resah, jelasnya. “Khusus kasus DD, jangan sampai penyelesaian GOR nanti menggunakan dana desa 2020. Mesti kita awasi,” jelasnya.

ARTIKEL SERUPA  BELUM SETAHUN SUDAH RUSAK, PEMBANGUNAN JALAN DI DUSUN 2 DESA LINGGASARI DARANGDAN ASAL-ASALAN

Sementara itu, Kades Cadasmekar Uci Sanusi ketika dikonfirmasi soal ini mengakui kalau GOR itu memang belum selesai. “Ya tinggal lantainya,” jelas Uci sambil menutup hand phonenya. Ketika dikontak lagi, nomer hand phone itu tidak aktif. Kades Uci, menurut sejumlah warga, selama ini memang suka ganti-ganti nomor hand phone.

“Pengelolaan Dana Desa mesti transparan. Kasus yang terjadi di Cadasmekar mesti diusut tuntas.” (Ketua DPC Projo Purwakarta Asep Burhana).

Ketua DPC Projo Purwakarta Asep Burhana menegaskan kasus di Desa Cadasmekar mesti diusut tuntas. “Tata kelola Dana Desa mesti transparan,” jelas Asep.

Menurutnya, kalau pengelolaan Dana Desa tidak transparan bisa dipastikan ada manipulasi. “Kita akan dorong penegak hukum agar mengusut kasus ini,” tandas Asep.(nur/KDR)

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *