FeaturesHead LineLingkungan

CIMUNJUL, SUNGAI TERHITAM DI PURWAKARTA

Oleh : Adjat Sudradjat, Ketua RW 06 Kelurahan Sindangkasih Purwakarta.

ADJAT SUDRAJAT

TIDAK diperoleh  keterangan secara rinci tentang nama Cimunjul,  atas sungai kecil yang membentang dari arah timur ke barat di sekitar kota Purwakarta.

Namun sungai (kali) Cimunjul yang berada di wilayah administratif kelurahan Nagrikidul dan Sindangkasih itu kini menjadi “terkenal” karena kondisinya.

Lazimnya,  yang disebut sungai atau kali,  berair deras,  dan bening. Masyarakat pun beraktifitas memanfaatkan air yang mengalir deras dan bening tersebut.

Ada yang mancing ikan,  melihat anak anak berenang dengan kegembiraanya,  dan kegiatan lain yang biasa dilakukan sekitar sungai.

Seperti diceritrakan,  Kandi (50) semasa kecil.  Ia dan kawan kawan seusianya,  setiap hari sepulang sekolah “ngojay” di sungai Cimunjul.

Akan tetapi,  pengalaman penuh keceriaan dan menikmati keindahan sungai itu sirna, dan berbalik menjadi ketakutan.

“Mengapa,..ya karena sungai Cimunjul sekarang berair hitam pekat, menebar bau menyengat, dan menjijikan,” urai Kandi.

Pertanyaanya adalah bisa kah kondisi sungai Cimunjul  diatasi dan kembali menjadi kebanggaan warga?  Jawabnya,  bisa.!

Memang dalam “prak-prakanya” tidak semudah membalikan telapak tangan, dan tidak segampang menjawab dnegan kata,”Bisa.”

Tetapi kalau tidak digarap sekarang,  mau kapan lagi,  dan kalau tidak oleh kita,  oleh siapa lagi.  Mumpung ada kesempatan.

Kondisi sungai Cimunjul yang kini rusak parah itu lebih disebabkan ulah manusia.

Sungai cimunjul dijadikan tempat pembuangan limbah produk kegiatan usaha berduit, selain sampah  rumah tangga.

Di sisi lain,  pemerintah “lengah” seperti tidak maksimalnya antisipasi  dari dampak perkembangan wilayah.

Di samping itu penegakan aturan,  seperti Perda tentang K-3,  juga tidak pasti.

Sungai Cimunjul,  adalah salah satu anak sungai Citarum,  yang mengalirkan air melalui “kakaknya” yakni sungai Cikao,  dan bermuara di Cikaobandung,  sebelum tumpah ke Citarum.

Seandainya terkelola dengan baik,  sungai Cimunjul bukan saja menjadi penyangga kelestarian sungai Citarum,  melainkan akan  menjadi kebanggan warga Purwakarta.

Misalnya,  dijadikan tempat rekreasi ala “walungan”, seperti kegiatan arung jeram untuk anak anak.

Semoga kondisi Cimunjul kembali ke semula, dan tidak dijuluki sungai terhitam di Purwakarta.  (PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *