Head LinePemdaPolitik

CALEG-CALEG MUSUH DEDI MULYADI, DI DAPIL II BERGUGURAN

DUGAAN KORUPSI ANGGOTA DEWAN LAMA MESTI TERUS DIUSUT

PURWAKARTA (newspurwakarta.com) – Caleg dari Dapil II, yang selama ini dikenal sebagai musuh Dedi Mulyadi bertumbangan. Mereka gagal masuk ke gedung dewan rata-rata akibat kekurangan amunisi.

PEROLEHAN SUARA PARTAI DI DAPIL II

Mereka yang gagal masuk dewan adalah Munawar Cholil, Riyad Abdul Hanan, Castono, Betty Susilawati dan Kades Ahmad. Data dari perhitungan di PPK, Castono dan Betty nyaris jadi. Mereka berdua hanya selisih sedikit dari Neng Supartini dan Sri Puji Utami.

Castono menempati urutan kedua setelah Neng Supartini. Castono mendapat 1.610 suara, sementara Neng Supartini mendapat 3.581 suara. Total suara PKB di Dapil II mencapai 8.782 suara.

Sementara Partai Gerindra mendapat suara 14.430. Sri Puji Utami mendapat suara terbanyak sebesar 3.583. Sementara posisi kedua diraih oleh Betty Susilawati dengan suara 3.380, atau hanya selisih 205 suara, dari Puji. Sementara Riyad Abdul Hanan mendapat 285 suara.

Sementara itu, di PDIP, Ketua DPC Acep Maman tumbang. Ia hanya memperoleh suara 2.162 suara. Acep dikalahkan oleh Ina Herlina dengan suara sebesar 4.772. Sementara total suara PDIP di Dapil ini mencapai 11.954 suara.

Partai Golkar di Dapil ini mendapat dua kursi. Dua nama besar terjerembab. Mereka adalah Yudilaga dan Burhan Fuad. Yang melenggang ke gedung dewan adalah Ahmad Sanusi dan Anita Diana. Ahmad Sanusi mendapat 9.232 suara, sementara Anita mendapat 3.645 suara. Sementara total suara Golkar di Dapil II mencapai 32.779 suara.

Partai Nasdem mendapat satu kursi. Jatah kursi untuk partai ini diduduki oleh Conrad Surawijaya dengan perolehan suara 3.497. Partai Nasdem mendapat suara mencapai 6.822.

PKS juga mendapat satu kursi di Dapil II. Perwakilan PKS diduduki oleh Moh. Arief Kurniawan, dengan suara 2.918. Sementara total suara PKS di Dapil ini mencapai 9.075 suara.

ANGGOTA DEWAN TERPILIH DARI DAPIL II

PAN mendapat satu kursi atas nama Agus Sundana. Di Dapil ini Agus mendapat 4.061 suara, sementara total raihan suara PAN mencapai 8.887 suara.

Sementara Partai Demokrat menempatkan Amas Mastur sebagai caleg dengan perolehan suara tertinggi sebesar 3.557. Sementara perolehan suara Demokrat mencapai 7.194 suara.

MESTI DIBONGKAR KORUPSINYA

Sementara itu, Zaenal Abidin, Wakil Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Purwakarta menyatakan bahwa meski Caleg yang anti korupsi berguguran, tapi hadirnya PKS dan Gerindra bakal mengubah peta politik di Purwakarta. “Jadi jangan khawatir, PKS dan Gerindra bisa diandalkan untuk bisa menjaga politik anggaran yang pro rakyat,” jelasnya.

Zaenal berharap, amanah yang telah diterima oleh PKS dan Gerindra mesti bisa dijalankan dengan benar dan lurus. “Kalau mereka berkhianat terhadap semangat perubahan di Purwakarta, kita ganjar mereka dengan cara politis. Lima tahun yang akan datang, siapa yang berkhianat jangan kita pilih lagi,” jelas Zaenal.

Zaenal menegaskan bahwa pihaknya akan berjuang agar anggota dewan yang lama mesti terus diusut dugaan korupsinya pada kasus perjalanan dinas fiktif. “Kalau kita sukses membongkar dugaan permainan uang pada persidangan lalu, maka anggota dewan bisa terseret lagi. Makanya GMPK akan terus berjuang agar hukum tegak dengan seadil-adilnya. Saat Hakim membebaskan nama-nama anggota dewan, itu berpengaruh terhadap raihan suara mereka. Ini tentu tidak adil,” jelas ZA, sapaan akrab Zaenal. (bay/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *