Head LineKampusPolitikTajuk

“CACAT BAWAAN” ANGGOTA DEWAN BARU DAN PROTES MAHASISWA

ADA dua peristiwa besar, terkait anggota DPRD yang baru dilantik beberapa hari lalu. Pertama adalah Demo yang sempat memicu bentrok dari Aliansi Mahasiswa Untuk Kebenaran di mana mereka digerakan oleh HMI dan IMM. Kedua adalah skandal selingkuh anggota dewan yang digerebek rakyat, persis sehari sebelum pelantikan.

Demo mahasiswa itu menuntut agar 23 anggota dewan patahana mundur karena diduga terlibat korupsi dana perjalanan fiktif. Sementara perselingkuhan anggota dewan berinisial It ini diduga dengan staf di Sekwan. Dua skandal moral yang menjijikan. Korupsi dan perselingkuhan.

Persoalan seputar calon Ketua Dewan juga akan berpotensi menjadi rumit, kalau pada akhirnya, dari dua calon Ketua itu terjadi salah pilih. Karena salah satu dari dua calon itu diduga ada masalah tindak pidananya dan ijazahnya hasil ujian persamaan.

Ketua dewan itu mesti orang yang punya kredibilitas tinggi. Bersih dari masalah, dan mesti punya kapasitas intelektual yang memadahi. Ini kalau kita ingin Purwakarta tumbuh dan berkembang di rel yang benar.

Dugaan korupsi anggota dewan patahana adalah laiknya cacat bawaan. Seperti aliran air yang keruh, kalau dari hulunya keruh, maka air mengalir jadi keruh. Produk akhirnya juga keruh.

Kalau sejak awal ada cacat bawaan yang tidak clear, maka anggota dewan patahana seperti air keruh yang bakal membawa segala bentuk kekotoran di dewan. Maka dari itu, membersihkan anggota dewan dari kekeruhan air adalah kewajiban.

Kita tentu mengapresiasi aliansi mahasiswa yang demo itu. Kita juga mesti mendukung penuh langkah Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) yang akan membawa persoalan ini ke Kejagung, agar mengusut tuntas Kepala Kejari Purwakarta Syahpuan terhadap dugaan jual beli kasus ini.

Publik juga pasti berharap, agar anggota Dewan kedepan mesti benar-benar bersih. Selama masih ada problem masa lalu, maka itu akan terus memicu persoalan di masa yang akan datang.

Dalam kasus dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif ini, unsur ikut serta dalam tindak korupsi dengan sangat gamblang sudah terbukti, di dalam proses persidangan. Pengacara Hasan Rifai menyatakan, yang sudah bisa dipastikan turut serta minimal unsur ketua dan unsur ketua Komisi di DPRD saat itu.

Memang bakal panjang untuk pertarungan ini. Menyeret anggota dewan patahana dalam pusaran dugaan korupsi perlu perjuangan super keras. Ini akan jadi ringan, kalau aliansi antikorupsi bahu membahu untuk memperjuangkan persoalan ini, agar tuntas sampai ke akar-akarnya.

Kalau Dewan sejak awal bersih, tidak keruh, maka produk dewan kelak juga akan Bersih. Sebersih wajah Bupati Anne kalau dilihat dari jauuuhhh. (KDR).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *