BisnisHead LinePemda

BUPATI TIAP TAHUN DAPAT Rp 66 MILIAR DARI PAJAK PJU, TAPI KONDISI DESA DI PURWAKARTA MASIH GELAP GULITA

LSM AMARTA PERTANYAKAN PENGGUNAAN DANA PAJAK PENERANGAN JALAN UMUM (PJU) DIGUNAKAN UNTUK APA?

PURWAKARTA (eNPe.com) – Tiap tahun, Bupati mendapat iuran Penerangan Jalan Umum (PJU) dari masyarakat saat membayar listrik sebesar 3% tiap KK dengan total nilai Rp 66 miliar. Tapi menurut Ketua LMS Amarta, kondisi jalan di desa-desa masih gelap gulita. Pihaknya mempertanyakan kemana dana itu digunakan selama ini.

Tarman Sonjaya, Ketua LSM Amarta menegaskan hal itu kepada eNPe.com hari ini (12/2). “Jadi dana dari masyarakat yang ditarik melalui tagihan listrik per KK sebesar 3%. Tiap tahun Bupati bisa mendapat dana sebesar Rp 66 miliar. Nah dari dana ini masyarakat berhak mengajukan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU). Tapi kenyataannya, banyak jalan-jalan di Purwakarta yang masih gelap gulita,” jelasnya.

Menurut Tarman, Pemkab mesti menjelaskan ke mana alokasi dana itu. “Itu dana hak masyarakat lho, agar jalan utama di lingkungannya terang benderang, dengan adanya PJU. Tapi yang terjadi entah ke mana dana itu mengalirnya,” jelas Tarman.

“Dana PJU sebesar Rp 66 miliar itu hak masyarakat, tapi selama ini alokasinya tidak jelas. Hak masyarakat untuk pasang PJU diabaikan Bupati.” (Ketua LSM Amarta Tarman Sonjaya)

Pihaknya berharap agar Pemkab memprioritaskan penerangan jalan di desa-desa. “Kita prihatin dengan banyaknya jalan desa yang gelap gulita,” jelas Tarman.

PENGAJUAN Rp 10 MILIAR DITOLAK

Wakil Ketua Komunitas Peduli Purwakarta (KPP) ini juga menjelaskan bahwa pejabat Pemkab sangat menyepelekan pengajuan dari masyarakat soal PJU ini. “Pada 2019 sebenarnya ada pengajuan dari masyarakat untuk PJU sebesar Rp 10 miliar. Tapi oleh Sekda anggaran itu dicoret,” jelas Tarman.

Pihaknya menyangkan sikap birokrat yang menyepelekan hak masyarakat ini. “Pajak PJU itu ditarik dari keringat masyarakat. Mereka yang paling berhak menggunakan dana itu, tapi yang terjadi selama ini tidak lazim,” jelas Tarman.

ARTIKEL SERUPA  PARA KADES MENOLAK BIAYAI OPERASIONAL AMBULAN DESA

Kalaulah dana itu untuk membayar tagihan listrik Pemkab, per tahun baru Rp 13 miliar. “Masih sisa banyak itu di kemanakan,” jelas Tarman.

Pengamatan media ini di banyak lokasi, kondisi PJU memang memprihatinkan. Di jalan utama saja banyak yang mati. Di jalan KNPI sampai jalan Ipik Gandamanah banyak lokasi yang gelap gulita.

Kondisi yang lebih memprihatinkan di desa-desa. Dari Munjul sampai Wanawali, sebagian besar ruas jalan gelap. Penerangan jalan hanya ada di pertigaan di jalur jalan itu.

Kondisi perumahan sama saja. Banyak titik di perumahan Munjul Jaya banyak PJU yang mati. “Jadi kondisi ini sangat memprihatinkan,” jelas Tarman menyayangkan. (bay/PU).

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *