Head LineLingkunganPemda

BUPATI TARGETKAN TAHUN INI DI SETIAP DESA BERDIRI BANK SAMPAH

PROBLEM SAMPAH TELANJUR TERLALU RUMIT

PURWAKARTA (eNPe.com) – Berdirinya bank sampah di setiap Desa, menurut satu pejabat, harus selesai tahun ini. Program ini untuk mengurai problem persampahan di Purwakarta yang kelewat rumit.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Deden Guntari menyatakan hal itu kepada eNPe.com di ruang kerjanya kemarin (5/3/20). “Jadi berdirinya bank sampah di desa-desa Bupati menargetkan tahun ini selesai,” jelas Deden.

“Tahun ini bank sampah mesti berdiri di desa-desa. Kebijakan ini untuk mengurai problem sampah yang telanjur rumit.” (Kadis Lingkungan Hidup Deden Guntari).

Ia menambahkan, bahwa kerja membangun bank sampah ini kerjasama antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dengan Dinas Lingkungan Hdup (DLH).

“Jadi nanti bagian DPMD adalah menyediakan infrastuktur lahan TPS dan alat angkutnya. Sementara bagian DLH adalah proses pengolahan sampahnya. Kan kalau sudah terkumpul mesti kita proses biar punya nilai ekonomi,” jelasnya.

Menurut Deden, kebijakan ini adalah lagkah strategis untuk mengurai problem sampah di Purwakarta. “Mengelola sampah itu rumit. Banyak problem non teknis yang selalu ditimpakan kepada Dinas. Padahal sampah itu terkait dengan kebiasaan masyarakat. Kita tidak bisa mengontrolnya,” jelas Deden.

Pihaknya menjelaskan bahwa Dinas sudah melakukan Bimtek kepada aparat desa, BUMDes dan Bamusdes untuk memahami nilai strategis dari program bank sampah ini.

Ketika ditanya, berapa anggara APBD yang digelontorkan untuk merealisasikan program ini, Deden menyatakan tidak ada. “Kalau yang dibutuhkan infrastruktur dan alat angkut rencananya ambil dari Dana Desa (DD). Ada beberapa desa yang sudah punya alat angkut sendiri,” jelas Deden.

Sebelumnya, problem persampahan masih terus terjadi di Pemkab Purwakarta. Tata kelola sampah di TPA Cikolotok masih tradisional dengan cara dumping.

Ketua LSM Amanat Masyarakat Purwakarta (Amarta) Tarman Sonjaya menyayangkan kalau Pemkab masih menggunakan sistem dumping di PTA. “Itu sangat tradisional dan jadul,” jelas Tarmen.

Cara mengelola dengan menggunakan dumping, menurut Tarman, adalah kemunduran yang serius. “Pada 2006 Pemkab sudah menggunakan Kontrol Landfill. Ini kok kembali ke dumping. Akan susah mendapat Adhipura kalau di TPA masih menggunakan dumping,” jelas Tarman. (bay/PU)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close