Head LineKomunitasPemda

BUPATI MESTI TERBUKA SOAL DUGAAN SATU WARGA PURWAKARTA TERPAPAR CORONA DAN DILARIKAN KE RS HASAN SADIKIN BANDUNG

SEMUA PEJABAT MENDADAK TUTUP MULUT

PURWAKARTA (eNPe.com) – Kabar kencang yang menyebutkan satu warga terkena Corona di Purwakarta menjadi simpang siur. Semua pejabat mendadak pada sakit gigi.

Di Media Sosial kabar ini berhembus kencang. juga di group-group whatsapp. Dalam informasi yang tersiar melalui berbagai saluran media sosial itu menyebutkan bahwa satu warga positif terkena Corona usai menjalani ibadah Umroh.

“Pejabat Pemkab Purwakarta lebih memilih diam kepada Publik soal dugaan satu warganya yang terkena Corona.” (Foto : Sekretaris Dinas Kesehatan Pemkab Purwakarta Rudi Hartono).

Warga itu, kemudian dilarikan ke RS Hasan Sadikin Bandung. Sementara dokter dan perawat yang menangani pasien itu pertama kali di ICU RS Bayu Asih kini sedang diisolasi.

PEJABAT PADA TUTUP MULUT

Terkait kabar itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Pemkab Purwakarta Rudi Hartono ketika dikonfirmasi soal itu enggan menjelaskan. Pertanyaan yang dikirim melalui saluran whatsapp hanya dibaca saja. Rudi lebih memilih diam seribu bahasa, ketimbang menjelaskan soal itu.

Direktur Utama Badan Layanan Umum (BLU) RS Bayu Asih Agung Darwis Nataatmadja setali tiga uang. Upaya konfirmasi sejak semalam tidak direspon sama sekali.

Sementara, perkembangan Corona di Indonesia terus menjalar ke mana-mana. Solo memilih meliburkan semua aktivitas sekolah dan kantor-kantor setelah warganya satu orang meninggal akibat Corona. Bekasi juga melakukan hal yang sama.

Satu warga di Purwokerto juga meninggal akibat Corona. Sementara DKI Jakarta sudah menetapkan Corona sebagai wabah yang membahayakan dan menyerang hampir semua wilayah Jakarta.

JANGAN DITUTUP-TUTUPI

Sementara itu, manajemen Tajug Gede Cilodong mengirim himbauan kepada publik bahwa kawasan itu ditutup sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Ketua KMP Zaenal Abidin meminta agar Bupati menjelaskan soal ini secara terbuka. “Kalau ditutup-tutupi dan kemudian membesar malah memicu kepanikan. Jadi mestinya pejabat jangan tertutup begitu,” jelasnya. (ril/KDR).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close