Head LinePemdaTajuk

BUPATI MESTI TANGANI DENGAN SEMPURNA PEMUDIK ASAL JABODETABEK, YANG BERPOTENSI MEMBAWA WABAH KE PURWAKARTA

POSITIF CORONA, ODP DAN PDP TRENDNYA TERUS NAIK

KEMARIN kita mendapat kabar resmi dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Purwakarta bahwa yang positif Corona naik menjadi empat orang. Salah satunya adalah pejabat dari Dinas Perhubungan Pemkab Karawang yang tinggal di Perumahan Usman.

Jumlah warga dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga naik mejadi 206 orang, angka yang tidak sedikit. Begitupun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga naik menjadi sembilan orang, dari sebelumnya tujuh orang.

Trend ini naik terus dalam satu minggu terakhir. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan, di tengah langkah tim Gugus Tugas yang makin intensif memerangi wabah ini.

“Tapi sayang seribu sayang, data membanjirnya pemudik itu di tangan Dinkes hanyalah sebatas data, tanpa tindakan nyata apapun. Data itu kini disembunyikan oleh Dinkes, tanpa pernah dirilis. Sebab bagi mereka bisa jadi aib merilis banjirnya pemudik di Puskesmas-Puskesmas itu.”

Trend ini perlu ditelisik apa penyebabnya. Perlu indentifikasi yang akurat, sehingga kita tidak salah langkah.

Mari kita lihat dalam seminggu terakhir, yang terjadi di Puskesmas-Puskesmas di Purwakarta. Satu aktivis kemanusiaan yang berinisiatif mengumpulkan donatur untuk kemudian membagi-bagi Alat Pelindung Diri (ADP) ke tim media di Puskesmas-Puskesmas itu menilai ada kenaikan pemudik yang pulang ke Purwakarta. Dan Arus mudik ini telah membuat repot tim medis di Puskesmas-Puskesmas itu.

Mereka kewalahan menangani pemudik yang memeriksakan diri ke Puskesmas. Dan efeknya, tim medis kehabisan APD, bahkan masuk kategori darurat APD.

Bisa jadi, para pemudik ini adalah salah satu pemicu naiknya trend wabah Corona di Purwakarta. Tim medis yang menjadi ujung tombak pertama kini tidak dilengkapi dengan standard kesehatan yang memadahi.

Kelangkaan itu terjadi di Puskesmas Darangdan, Puskesmas Plered, Puskesmas Kota dan Puskesmas Munjul. Kondisi ini bisa dipastikan dihadapi oleh Puskesmas-Puskesmas lain.

Dokter di Puskesmas Kota menceritakan kekurangan APD terutama baju yang standard. Menurut dia RS Bayu Asih juga posisinya dalam keadaan kekurangan.

Data pemudik, warga Purwakarta dari daerah zona merah Jabodetabek, kini ada di Dinas Kesehatan Pemkab Purwakarta. Dinkes mendapat laporan dari Puskesmas-Puskesmas.

Tapi sayang seribu sayang, data itu di tangan Dinkes hanyalah sebatas data, tanpa tindakan nyata apapun. Data itu kini disembunyikan oleh Dinkes, tanpa pernah dirilis. Sebab bagi mereka bisa jadi aib merilis banjirnya pemudik di Puskesmas-Puskesmas itu.

Mentalitas Orde Baru yang tidak transparan masih begitu kuat. Padahal ini menyangkut nyawa warga Purwakarta.

Menangani pemudik dari zona merah mesti ekstra hati-hati. Dengan SOP yang sangat ketat. Mereka sangat berpotensi membawa wabah Corona ke Purwakarta. Tapi Gugus Tugas ini kelihatan adem-adem saja.

Mereka kayaknya bingung bin pikun, trend kenaikan terus terjadi, dan mereka tahu potensi penyebabnya, tapi mereka diam seribu bahasa. Kapan yah mereka nyadar kalau sikapnya itu sangat membahayakan warga Purwakarta yang lainnya. Apa kekurangan duit? Bantuan dari Gubernur belum juga turun? Capek deeeh … (KDR)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close