Head LinePemdaPolitik

BUPATI GELONTORKAN Rp 7 MILIAR UNTUK BANGUN NYAI POHACI DI TAJUG GEDE CILODONG PADA 2020

TOTAL UANG YANG DISALURKAN UNTUK TAJUG GEDE PADA APBD 2020 Rp 19,1 MILIAR.

PURWAKARTA (eNPe.com) – Bupati Anne Ratna Mustika menggelontorkan dana APBD 2020 sebesar Rp 19,1 miliar. Dari dana sebesar itu Rp 7 miliar untuk membangun patung dan musium Nyai Pohadi. Wakil Bupati Purwakarta Haji Aming membenarkan alokasi dana itu.

“Benar, tahun ini Bupati menggelontorkan dana untuk Tajug Gede Cilodong sebesar Rp 19,1 miliar,” jelas H Aming kepada eNPe.com beberapa hari lalu. Sayang H Aming tidak mau memerinci alokasi dana sebesar itu untuk apa saja.

Sementara itu, data yang diperoleh media ini menyebutkan bahwa dana sebesar itu digunakan untuk membangun pendopo Rp 3 miliar, membangun diorama sejarah Islam Indonesia Rp 3 miliar, membangun diorama Keramik Rp 3 miliar, membangun areal taman Giri Harja Rp 3,1 miliar, membangun Museum dan patung Nyai Pohaci Rp 7 miliar.

“Tahun ini dari ABPD dialokasikan untuk Tajug Gede Cilodong Rp 19,1 Miliar,” jelas H. Aming

Sementara itu, Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) menegaskan kebijakan Bupati ini membuktikan bahwa Anne tidak paham mana yang prioritas mana yang tidak. “Kita akan pertanyakan dengan serius mana urgensinya membangun Tajug Gede dengan dana sebesar itu,” jelas Zaenal Abidin.

DUGAAN KORUPSINYA AKAN DIUNGKAP

Pihaknya menegaskan akan membongkar berbagai dugaan skandal korupsi yang selama ini melingkupi pembangunan Tajug Gede itu. “Kita sudah siapkan semua berkas terkait pembangunan Tajug Gede sejak awal. Bisa kita pastikan bakal banyak yang terseret oleh dugaan kasus korupsinya,” jelas Zaenal.

Sebelumnya, pembangunan Tajug Gede Cilodong selalu menuai kontroversi. Di samping soal dugaan korupsi dalam proses pembangunan ini, Ketua KPP Munawar Cholil pernah mempertanyakan status hukum dari tanah dan pembangunan Tajug Gede itu.

“Status hukum ini penting, untuk mengetahui apakah proses pembangunan Tajug ini legal atau tidak,” jelas Munawar. Ia meminta agar Bupati jangan diam saja. “Mesti dijelaskan ke publik,” jelasnya.

KMP juga pernah meminta agar pembangunan Tajug Gede diaudit secara independen. “Jangan lupa, publik mesti tahu bahwa dana untuk membangun Tajug itu dari banyak pihak. Ada dari APBD, CSR, bantuan dinas-dinas dan perorangan,” jelas Zaenal..

KMP menurut Zaenal, saat itu menyatakan akan berkirim surat ke Ketua DKM Tajug Gede untuk bisa menjelaskan soal dana-dana itu. “Terutama dana ummat yang diluar APBD. Itu bagaimana pertanggungjawabannya,” jelas ZA.

Sementara itu, Kepala Dinas Tarkim Agung Wahyudi bungkam ketika ditanya soal anggaran sebesar Rp 19,1 miliar dan pembangunan museum dan patung Nyai Pohaci sebesar Rp 7 miliar. Pertanyaan yang dikirim melalui saluran whatsapp dan sms tidak direspon sama sekali. (nur/KDR).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close