BisnisHead LinePemda

BUPATI DIDUGA MELAKUKAN PEMBIARAN TERHADAP KERUSAKAN JEMBATAN BODEM, SEHINGGA AMBRUK DAN MEMAKAN KORBAN JIWA

KETUA DPRD MINTA BUAT JALAN DARURAT BIAR ARUS TIDAK PUTUS.

CAMPAKA (eNPe.com) – Bupati Purwakarta, menurut satu petugas Pengairan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciherang, diduga telah melakukan pembiaran terhadap kondisi jembatan yang kondisinya rapuh itu. Sikap itu menyebabkan jembatan itu ambruk dan memakan korban jiwa.

Ojang Rahmadi, pengawas DAS Ciherang menceritakan hal itu kepada eNPe.com kemarin (4/4/20) di lokasi kejadian. “Saya sudah melaporkan kondisi jembatan ini dua kali ke kantor. Kantor kemudian berkirim surat secara resmi ke Bupati. Laporan pertama, enam bulan yang lalu, laporan kedua tiga bulan yang lalu. Tapi surat dari kami tidak direspon sama sekali,” jelasnya.

TEMBOK PENYANGGA JEMBATAN SUDAH ENAM BULAN ROBOH, DAN PEMKAB MEMBIARKAN SAJA KONDISI ITU, SEHINGGA JEMBATAN AKHIRNYA ROBOH.

Menurut Ojang, enam bulan lalu, kondisi jembatan sudah parah. Tanggul penahan, menurutnya,”Sudah rontok sampai habis. Tapi laporan kami tidak direspon.”

Tiga bulan yang lalu, jelas Ojang, kami atas perintah dari kantor kami mengecek lagi kondisi jembatan. “Kondisi waktu itu makin parah, nyaris bangunan semua penahan jembatan sudah longsong, di keempat sisi jembatan. Tapi lagi-lagi laporan itu tidak direspon sama sekali,” jelasnya.

Anak kali Ciherang ini, menurutnya, meski alirannya kecil, tapi sering tiba-tiba air membesar dengan kecepatan tinggi. “Air ini dari limpasan sungai Ciherang sebagai induknya. Jadi tekanannya besar,” jelasnya.

Menurut Ojang, kondisi alam seperti itu tidak dipertimbangkan oleh Pemkab. “Akibatnya jembatana ini runtuh,” jelasnya.

SEMINGGU SEBELUMNYA JALAN AMBLAS

Ojang menambahkan, seminggu sebelum runtuh satu sisi jalan sudah amblas. “Jadi kalau dari arah Kopo menuju Cibatu, sisi kanan jembatan sudah amblas dan patah. Maka dari itu hanya satu sisi saja yang bisa digunakan,” jelasnya.

“Kalau tidak ada korupsinya, jembatan pasti kokoh diterjang sehebat apapun air hujan. Kami akan terjunkan tim independen dari ITB agar bisa ungkap dugaan kasus korupsinya,” ujar Ketua KMP Zaenal Abidin.

Nah, dalam kondisi sudah amblas itulah, Pemkab kemudian memasang beronjong di sisi kiri. “Belum selesai dikejakan, jembatan telanjur roboh,” jelasnya.

Sebelumnya, jembatan Boden, yang di Desa Cijunti Kecamatan Campaka runtuh. Akibat kejadian itu, satu korban tewas dan empat warga mengalami luka-luka. Korban yang tewas akibat tertimbun reruntuhan jembatan.

Kemarin, satu alat berat sudah diturunkan di lokasi untuk membuat jalan darurat biar bisa dilalui mobil lagi. Dengan harapan jalur alternatif Kopo – Cibatu sudah bisa normal lagi.

Ketua DPRD Purwakarta Ahmad Sanusi meminta agar Bupati memprioritaskan jalan darurat agar masyarakat tidak terganggu. “Saya minta Pemkab memprioritaskan agar ambruknya jalan itu bisa segera di atasi,” jelasnya.

Amor, sapaan Ahmad menyatakan agar dibuat jalan darurat yang bersifat sementara. “Yang penting arus lalu lintas normal dulu, mobil dan motor bisa masuk,” jelas Amor.

PRODUK KORUPSI BERJAMAAH

Sementara itu, Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) Zaenal Abidin menyatakan jembatan mesti tahan selama 25 tahun. “Kalau baru berumur lima tahun terus ambruk, itu bisa dipastikan ada unsur korupsinya,’ jelas Zaenal.

Pihaknya akan menerjunkan tim ke lapangan untuk menemukan kemungkinan unsur-unsur korupsinya. “Kalau jembatan itu dibangun dengan benar, pasti kuat digerus oleh hujan sehebat apapun,” jelasnya.

Pihaknya berencana akan mengirim tim independen dari ITB Bandung untuk bisa membantu mengungkap kejanggalan pada kasus jembatan ini. “Menerjunkan tim independen itu penting. Ini jembatan pada 2015 sudah renovasi, sekarang ambruk ini pasti ada masalah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU, Bina Marga dan Pengairan Pemkab Purwakarta Ryan Octavia enggan menjawab ketika ditanya kapan jalan darurat bisa selesai dibangun. Pertanyaan yang dikirim media ini tidak direspon sama sekali. (bay/nur/KDR).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close