BisnisHead LineLingkunganPemda

BUPATI BIARKAN TAMBANG PASIR LIAR TETAP BEROPERASI

DIDUGA AKIBAT DUIT SUDAH TERSEBAR DIBANYAK DINAS

PURWAKARTA (eNPe.com) – Meski terbukti tidak mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP), tambang-tambang liar di Purwakarta dibiarkan tetap beroperasi oleh Bupati. Menurut Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) pembiaran oleh Bupati diduga akibat duit yang sudah tersebar sudah terlalu banyak di dinas-dinas terkait perizinan.

Ketua KMP Zaenal Abidin menegaskan itu hari ini (23/) usai pihaknya melakukan sidak ke tambang pasir bermasalah. “Kalau Pemprov menegaskan bahwa tambang itu tidak mengantongi izin, maka Bupati mestinya menginteruksikan untuk ditutup. Tapi hingga hari ini mereka masih beroperasi. Ini tentu aneh. Dan pasti ada apa-apanya,” jelas Zaenal.

ZAENAL ABIDIN

Pihaknya menyayangkan proses pembiaran oleh Bupati. “Tambang pasir mesti segera ditutup permanen, jangan malah dibiarka terus beroperasi,” jelas Zaenal.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat Rina Rahdianawati menegaskan bahwa tambang milik Haji Entis, Ahin dan Asep Abdulloh belum mengantongi Izin tambang. “Ketiga perusahaan tambang itu belum mengantongi izin,” jelas Rina.

Tarman Sonjaya, Ketua LSM Amarta meminta agar Bupati tegas menutup tambang pasir tak berizin itu. “Kalau mereka tidak berizin, maka bakal merusak lingkungan akibat tidak melakukan reklamasi usai selesai menambang,” jelas Tarman.

Hingga hari ini, Kepala Satpol PP hingga masih belum mengambil langkah apapun terkait tambang-tambang liar. Sekda Pemkab Purwakarta Iyus Permana kepada jurnalis Harian Kriminal hanya menjanjikan bahwa Pemkab Purwakarta pasti akan melakukan tindakan. “Kita pasti akan ambil tindakan,” jelasnya.

Orang kepercayaan H. Entis menceritakan, pengusaha pasir asal Subang ini terkenal royal. “Dia diduga telah menyebar banyak duit ke dinas-dinas terkait,” jelasnya. Untuk tambang di Purwakarta, menurutnya, duit yang telah digelontorkan diduga tidak lebih dari Rp 1 miliar. “Makanya nyaris tidak tersentuh,” jelasnya. (bay/KDR).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close