Head LineKriminalPemda

BUPATI ANNE KETAKUTAN HADAPI GUGATAN MANTAN KADES SUKATANI

MANGKIR DARI SIDANG TANPA ALASAN

SITUBULEUD (eNPe.com) – Bupati Anne Ratna Mustika ketakutan menghadapi gugatan mantan Kades Sukatani Farid Ridwan. Menurut pengacara penggugat, mangkirnya Bupati tanpa penjelasan apapun.

Mestinya, pagi ini Pengadilan Negeri (PN) Purwakarta menggelar sidang pertama gugatan kepada Bupati oleh mantan Kades Sukatani.

DEDEN SUPRIYATNA, SH

Deden Supriyatna SH, pengacara penggugat Bupati Anne Ratna Mustika menegaskan itu kepada eNPe.com hari ini (2/10). “Jadwal sidang tadi pukul 09:00. Tapi kita tunggu sampai pukul 11.30 tidak ada kabar juga. Akhirnya ditunda,” jelas Deden.

Menurutnya, sikap Bupati ini tidak menghargai proses hukum. “Sikap menyepelekan ini tidak patut dicontoh. Apalagi dia pejabat publik,” jelas Deden.

Sebelumnya, Farid Ridwan, sebagai kades yang sah secara hukum diberhentikan begitu saja Bupati Anne Ratna Mustika. “Perlu diingat bahwa Farid itu bukan Plt Kades. Tapi dia adalah produk hasil Pilkades antar waktu. Jadi jangan dianggap masalah selesai begitu saja,” jelas Deden.

Kasus ini berawal ketika 2016, Kades Sukatani Asep Sumpena diduga menyalahgunakan dana desa. Saat itu, Dedi Mulyadi sebagai Bupati langsung memecat Asep tanpa terlebih dahulu membuktikan kesalahan Asep.

Pada 2017, Bupati Dedi menetapkan Farid Ridwan sebagai Kades Sukatani hasil Pillades antar waktu. Berdasarkan SK Bupati Dedi No 141.1/Kep.763-DPMD/2017, Farid ditetapkan sebagai Kades Sukatani peroide 2015-2021.

Dalam perjalanannya, Asep Sumpena menggugat ke PTUN atas pemecatan dirinya. Dan Asep berhasil memenangi gugatan itu dari tingkat PTUN, kemudian banding ke PT TUN dan sampai ke MA.

Akhirnya, Bupati Anne Ratna Mustika, sebagai Bupati baru kemudian melantik Asep Sumpena sebagai Kades Sukatani.Pengangkatan itu berdasarkan SK Bupati No 141.1/Kep.444-DPMD/2019 pada 9 Agustus 2019.

Setelah pengangkatan Asep, menurut Deden, posisi Farid diabaikan begitu saja. “Maka dari itu, demi tegaknya keadilan, klien kami memutuskan untuk menggugat secara perdata,” jelasnya.

Pengacara Asep Sumpena, Agus Supriyanto! SH pernah menjelaskan, kasus ini tidak akan menjadi rumit kalau Dedi Mulyadi tidak terburu-buru memecat Asep. “Mestinya Inspektorat mengaudit dulu dugaan korupsi Asep. Hasil audit Inspektorat itu bisa dijadikan alasan untuk pemecatannya. Tapi itu tidak dilakukan DM. Sehingga kebijakan DM bisa dikalahkan ke PTUN,” jelas Agus.

SEKDA BUNGKAM

Sementara itu Sekda Pemkab Purwakarta Iyus Permana ketika dikonfirmasi melalui sambungan telpon lebih memilih bungkam. Pertanyaan yang dikirim melalui whatsapp juga tidak direspon sama sekali.

Sementara itu, Deden menambahkan ada beberapa pihak yang digugat dalam kasus ini. Sebagai tergugat I adalah Bupati Anne Ratna Mustika, tergugat kedua adalah Kepala Dinas Pembangunan Masyarakat dan Desa. Turut tergugat juga Sekda dan Camat Sukatani. (ril/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *