Head LinePemdaPolitik

BUPATI ANNE DILAPORKAN KE KPK, TERKAIT DUGAAN KKN PADA MUTASI PEJABAT

DALAM DUA BULAN BUPATI TERBITKAN DUA SK YANG BERBEDA

PURWAKARTA (newspurwakarta.com) – Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dilaporkan ke KPK, oleh salah satu pejabatnya. Laporan ini terkait  dugaan KKN dalam proses mutasi jabatan.

Wusmin Tambunan, salah satu pejabat di Pemkab Purwakarta menceritakan hal itu kepada newspurwakarta.com kemarin (25/2). “Bupati hanya dalam dua bulan mengeluarkan Surat Keputusan soal mutasi jabatan. Dan isinya berubah-ubah. Ini yang kemudian kami curiga ada KKN,” jelas Tambunan.

WUSMIN TAMBUNAN

Pihaknya mengaku sudah melaporkan dugaan kasus KKN ini ke KPK. “Kami juga sudah melaporkan kasus ini ke Komite ASN Pusat, Kemendagri, dan Menpan-RB,” jelas Tambunan.

Kasus ini, menurutnya, bermula ketika  Desember 2018 diumumkan bahwa jabatan eselon II yang kosong akan dilelang secara terbuka. “Lelang ini berdasarkan SK Bupati yang akan dilaksanakan pada Januari 2019,” jelasnya.

Tapi sebelum lelang jabatan secara terbuka dilakukan, menurut Tambunan, pada minggu keempat Januari 2019, Kadis Sosial Titov dilantik jadi Kadisnakertrans.

Anehnya, menurut Tambunan, Bupati Purwakarta pada tanggal 31Januari 2019 mengeluarkan surat yang berbeda dengan yang diumumkan bulan Desember 2018. “Pada SK pertama, Bupati menegaskan yang dilelang itu Kadinsos. Tapi pada SK Bupati kedua, yang dilelang Kadisnaker. Ini yang kami duga ada unsur KKN,” jelas Tambunan.

Dugaan KKN yang terjadi, katanya, dalam aturan pengisian jabatan harus sesuai kompetensinya. “Masa yang tidak sesuai kompetensinya dilantik. Ini ada apa? Untuk itu saya sudah laporkan secara resmi ke KASN, Depdagri, Menpan-RB dan KPK,” katanya

Menurut Tambunan, sikap Bupati ini telah melanggar UU No 5 Tahun 2014 tentang ASN. “Terutama pasal 115,” jelasnya. Pihaknya menyatakan sudah membuat surat keberatan ke Bupati.”Tapi tidak digubris,” ujar Tambunan.

Sementara itu, Bupati Anne Ratna Mustika, ketika dikonfirmasi laporan ini melalui sms menolak menjawab. Ia hanya membaca pesan singkat itu. Bupati lebih memilih diam, ketimbang menjelaskan soal ini. (fan/nur/PU)

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *