Head LinePolitikTajuk

BUPATI ANNE DIDUGA TIDAK BISA LAGI SEENAKNYA MENGATUR-ATUR ANGGARAN, KUBU OPOSISI MENGUAT

TOTAL SUARA GERINDRA, PKS, PAN DAN BERKARYA MENCAPAI 16 KURSI

BUPATI Purwakarta Anne Ratna Mustika bisa jadi akan susah tidur. Setelah melihat perolehan kursi di DPRD Purwakarta. Ini setelah kubu oposisi anti politik Dinasti perolehan suaranya menguat.

Perolehan kursi versi hitung cepat PKS, kubu oposisi yang terdiri Gerindra, PKS, Demokrat dan Partai Berkarya, total mencapai 16 kursi. Rinciannya, Gerindra mendapat 6 kursi atau 72.191 suara, PKS 6 kursi atau 41.496 suara, Demokrat 3 kursi atau 33.440 suara dan Partai Berkarya 1 kursi atau 14.509 suara.

KURSI GERINDRA DAN PKS MENGUAT DI DEWAN

Sementara kubu pro Bupati terdiri dari Golkar 11 kursi atau 105.305 suara, PKB 6 kursi atau 40.190 suara, Nasdem 2 kursi atau 24.503, PAN 2 kursi atau 21.248 suara PPP 1 kursi atau 20.631 suara dan Hanura 2 kursi atau 14.457 suara. PDIP mendapat 5 kursi atau 46.034 suara. PDIP belum memutuskan mau berkoalisi dengan kubu Bupati atau oposisi.

Perubahan peta politik di Dewan ini tentu akan berdampak pada perubahan kekuatan di Dewan. Yang paling mendasar adalah kini kekuatan Dinasti diduga tidak bisa seenaknya lagi ngotak-atik anggaran, sesuai ambisi pribadi.

Dan ini tentu kabar bagus yang menyegarkan. Bisa dipastikan, pembahasan anggaran yang merupakan jantungnya pemerintahan jauh akan lebih sehat. Kelak akan lahir anggaran yang pro rakyat. Tidak akan ada lagi anggaran “siluman” yang didesain untuk kepentingan kelompok tertentu.

Bagi Anne, kondisi ini tentu memicu keringat dingin. Kubu oposisi bisa dipastikan akan menekan Bupati agar pandai meningkatkan PAD yang dalam tiga tahun terakhir jeblog. Ini agar kondisi keuangan Pemkab menjadi sehat, setelah tiga tahun masa jabatan Dedi Mulyadi, menurut audit BPK sudah sempoyongan sejak 2015.

Pada sisi lain, Anne akan dipaksa untuk meningkatkan kapasitas pribadinya sebagai seorang Bupati. Karena bisa dipastikan, pengaruh Dedi akan tergerus dengan sempurna. Anne akan dipaksa oleh keadaan, tidak hanya soal kepandaian merumuskan anggaran yang lebih cerdas, tapi kemampuannya dalam berargumentasi dengan lawan-lawan politiknya.

Kondisi ini akan makin membahayakan buat Bupati Anne kalau dia tidak mau berubah. Terlalu PD dengan partai pengusungnya. Perlu Anne catat, kondisi sekarang juga sudah berbeda dengan kondisi 10 tahun saat suaminya berkuasa. Kini ada media oposisi yang siap mengontrol dan membabat tanpa tedeng aling-aling segala bentuk jual beli politik anggaran. Kekuatan oposisi dan media kritis inilah yang akan membuat repot kekuasaan Anne.

Kini tentu pilihan ada di Bupati Anne. Akan berubah atau akan tetap memakai gaya lama? Publik akan menyorot tajam. Dan bagi Anne, kesalahan dalam mengambil sikap politik ini akan berdampak sangat negatif terhadap kinerja dan kekuasaannya. Bahkan bisa jadi akan membuat reputasi Anne tumbang di tengah jalan.

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *