Head LineKriminal

BUPATI ANNE BELUM MAMPU TANGANI DUA KASUS WARGA PURWAKARTA KORBAN PROYEK KCIC, TERLALU BANYAK JANJI

KASUSNYA SUDAH SETAHUN MENGGANTUNG TIDAK KARUAN

PURWAKARTA (eNPe.com) – Bupati Purwakarta terus berwacana akan membantu warganya yang menjadi korban proyek kereta cepat Jakarta – Bandung. Menurut satu aktivis antikrupsi, Bupati tidak punya daya tawar yang tinggi sehingga kasus ini belum kunjung selesai hingga satu tahun lamanya.

“Kalau bilang mau membantu itu gampang, cuma bicara saja. Yang terjadi di lapangan tidak ada sama sekali penyelesian. Masalah tetap masalah, warga tetap menderita di bawah,” jelas Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) Zaenal Abidin, MP kepada eNPe.com hari ini (29/5/20).

“Untuk kasus Desa Depok Darangdan kita akan class action. Kita akan gugat KCIC dan kita minta pertanggungjawaban Pemkab.” (Asep Kurniawan, Sekjen PP Purwakarta).

Zaenal mencontohkan, warga Desa Depok di Kecamatan Darangdan sejak Februari 2020 Bupati janji akan selesaikan soal ini. “Saat itu warga Desa Depok tanahnya tergusur oleh proyek KCIC itu. Dan ini kejadian Desember 2019. Saat itu Februari mereka demo. Begitu dramatis. Sampai Wakil Guberur dan Bupati Purwakarta datang ke lokasi,” jelasnya.

Apakah setelah itu permasalah selesai? Menurut Zaenal,”Sampai sekarang tidak jelas penyelesaiannya. Waktu itu ada perundingan, tapi daya tawar Pemkab lebah. Makanya kasus ini dipermainkan. Warga tetap menderita,” jelas ZA sapaan Zaenal.

Begitupun, menurut Zaenal, kasus aksi 11 keluarga yang menggelar tenda di Desa Bunder. “Mereka sudah satu tahun hidup menderita, rumahnya retak bahkan ada yang roboh,” jelasnya.

“Bupati itu hanya banyak janji doang. Korban proyek KCIC tidak ada satupun yang selesai. Kita heran, sudah satu tahun apa yang dikerjakan Bupati,” jelas Ketua KMP Zaenal Abidin.

Bupati memang menjanjian akan menyelesaikan, katanya. “Tapi saya yakin omong kosong. Selama ini, selama satu tahun apa saja yang Bupati lakukan. Gak jelas,” jelas Zaenal.

Sebelumnya, anggota DPRD dari Partai Gerindra Nina Heltina mengunjungi korban proyek KCIC di Desa Bunder itu. Nina yang juga Ketua MPC Pemuda Pancasil Kabupaten Purwakarta itu meminta agar Bupati bertanggung jawab terhadap masalah ini.

“Mereka warga Purwakarta lho. Jadi jangan gara-gara ini proyek nasional maka Pemkab membiarkan saja korban proyek ini,” jelasnya.

Sehari setelah Nina melontarkan pernyataan itu, Bupati Anne Ratna Mustika menyaut. “Kami akan bantu. Kami sudah perintahkan kepala Dinas PMPTSP dan Kabag Hukum untuk menangani kasus ini,” jelas Bupati.

Sementara itu, Sekjen MPC PP Kabupaten Purwakarta Asep Kurniawan mengakui kalau kasus Desa Depok yang warganya tergerus proyek KCIC sampai sekarang belum selesai.

“PP akan ajukan class action agar kasus ini ada kejelasan. Sampai sekarang tidak jelas penyelesaiannya,” jelas Fapet sapaan akrab Asep hari ini.

Fapet menyatakan pihanya sudah minta bantuan BPPH PP untuk class action ini. “Kita akan gugat KCIC dan minta pertanggungjawaban Pemkab,” jelasnya. (bay/KDR).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close