PolitikStraight News

BESOK WIDDY APRIANDI, BAWA KASUSNYA KE BAWASLU JAWA BARAT

UNTUK MELAWAN DUGAAN KECURANGAN OLEH BAWASLU PURWAKARTA

PURWAKARTA (newspurwakarta.com) – Besok, Widdy Apriandi akan melaporkan kasus penjegalan yang menimpa dirinya oleh Bawaslu Purwakarta ke Bawaslu Jawa Barat. “Kegilaan yang dilakukan oleh Bawaslu Purwakarta harus kita lawan dengan akal sehat.”

Widdy Apriandi, menegaskan hal itu kepada newspurwakarta.com Jumat (15/2). Menurutnya, langkah ini mendapat dukungan dari banyak pihak.

UJANG ABIDIN

Pihaknya menambahkan bahwa, pengaduan ke Bawaslu Jawa Barat akan dia lakukan besok. “Kita ingin buktikan, kebenaran itu ada di pihak mana,” jelasnya.

Untuk kepentingan ini Widdy akan mendapat pendampingan dari lawyer Komunitas Peduli Purwakarta (KPP), KIPP dan LSM Garda Putih.

Sebelumnya, meski mendapat nilai tertinggi dalam soal kompetensi, Widdy  Apriandi dicoret sebagai calon staf Bawaslu non ASN. Atas kejadian itu, Widdy protes.

Hasil penelusuran newspurwakarta.com mengungkap banyak fakta kejanggalan rekrutmen tenaga non ASN di Bawaslu Purwakarta. Kepala sekretariat Bawaslu berkali-kali menegaskan bahwa yang menentukan lulus dan tidaknya itu hanya hasil wawancara. Sementara Ketua Bawaslu Ujang Abidin berkata lain. Menurutnya, yang menentukan seseorang diterima atau tidak itu hasil akumulasi penilaian antara nilai administratif, nilai CAT dan nilai hasil wawancara.

Kasus ini memicu polemik, “Buat saya, kalau keputusan tidak meloloskan saya itu fair, buat saya persoalan saya anggap selesai. Ini lembaga negara, lembaga yang bekerja berdasarkan UU, untuk urusan rekrutmen staf Non ASN saja jadi sangat politis,” jelas Widdy.

Kasus Widdy, kini menjadi bahan perbincangan yang panas. Di dunia medsos, respon pembaca semua mencaci maki sikap Bawaslu. Di kalangan Kahmi juga heboh. Dua senior Kahmi geram kepada Ketua Bawaslu Ujang Abidin yang juga Kahmi. Mereka menilai untuk urusan kecil saja tidak becus mengamankan.

ARTIKEL SERUPA  BUPATI GELONTORKAN Rp 7 MILIAR UNTUK BANGUN NYAI POHACI DI TAJUG GEDE CILODONG PADA 2020

Widdy sendiri menegaskan tidak pernah meminta restu dari siapapun. “Saya PD dengan kompetensi saya. Tapi kasus ini sungguh kelewat tidak bermutu, ketika urusan penerimaan staf teknis saja kok jadi politis,” jelasnya.

SIAP TERIMA KEPUTUSAN

Sementara itu, Ketua Bawaslu Purwakarta Ujang Abidin menyatakan jalur yang akan ditempuh Widdy adalah jalur yang benar. “Jadi mestinya begitu. Kami terbuka terhadap kritik,” ujarnya.

Ujang menegaskan pihaknya akan mengikuti apa yang akan diputuskan Bawaslu Jawa Barat. “Kalau memang keputusan Kepala Sekretariat dianggap salah dan Bawaslu Jawa Barat menganulir, kami di Bawaslu Purwakarta siap menjalankan keputusan tertinggi,” jelas Ujang. (bay/PU).

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *