BisnisHead LineKriminal

BESOK, RIBUAN ALIANSI MAHASISWA BEKASI DEMO KPK, TUNTUT DEDI MULYADI DITANGKAP

TERKAIT DUGAAN MENERIMA DANA DARI MEIKARTA Rp 2 MILIAR

PURWAKARTA (eNPe.com) – Besok, ribuan Aliansi Mahasiswa Bekasi akan menggelar demo di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menuntut agar Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi ditangkap. Tuntutan mereka terkait dugaan aliran dana Meikarta sebesar Rp 2 miliar ke Dedi Mulyadi.

Salah satu pentolan aksi massa Aliansi Mahasiswa Bekasi Muhammad Ridwan menurutkan kepada eNPe.com semalam (14/7) melalui sambungan telpon. “Besok kami tidak akan meninggalkan KPK sebelum ada kepastian kapan Dedi Mulyadi akan diperiksa. Kami akan bakar patung Dedi Mulyadi di depan KPK,” jelasnya.

DEMO ALIANSI MASYARAKAT ULAMA DAN MAHASISWA BEKASI DI DEPAN KANTOR KPK MEMINTA DEDI MULYADI DITANGKAP

Menurut Ridwan, dugaan aliran dana ke Dedi Mulyadi itu jelas. “Kita dapat bocoran bahwa di BAP Bupati Bekasi, nama Dedi Mulyadi disebut sebagai salah satu pihak yang diduga menerima aliran dana itu,” ujarnya.

Untuk itu, jelas Ridwan, atas nama supremasi hukum siapa saja penikmat duit haram Meikarta harus diseret ke pengadilan. “Hukum jangan hanya tajam ke  bawah. Keadilan harus tegak,” jelasnya.

TURUNKAN JAWARA BEKASI

Berbeda sengan aksi sebelumnya, menurut Ridwan, kali ini jawara dari Muaragembong, Aliansi Utara (Alu), Ulama dan Mahasiswa berhimpun untuk menuntut soal ini. “Kami akan kerahkan massa lebih besar lagi kalau KPK tidak menggubris tuntutan kami,” jelasnya.

Sebelumnya, pada pekan lalu, Aliansi Masyarakat, Ulama dan Mahasiswa Bekasi, menggelar demo di depan gedung KPK di Jakarta. Mereka menuntut agar Dedi Mulyadi, Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Barat ditangkap atas dugaan ikut menikmati aliran dana Meikarta.

Demo yang digalang oleh ratusan massa itu juga menuntut agar Pejabat, anggota DPRD Bekasi diseret ke pengadilan. “Tangkap para penikmat aliran dana Meikarta. Tangkap Dedi Mulyadi, pejabat dan anggota DPRD yang ikut menikmati dana haram Meikarta,” teriak pendemo di depan gedung KPK saat itu.

Usai demo mereka memberikan segepok bukti-bukti akurat terkait dengan aliran dana Meikarta kepada KPK. Meikarta adalah mega proyek milik Lippo Group. Proyek ini telah menelan banyak korban, di antaranya Bupati Bekasi dan beberapa pejabat Pemkab Bekasi.

Dalam pernyataannya, pendemo meminta agar proyek ini dihentikan. “Banyak skandal keuangan yang melibatkan pejabat dan politisi, maka dari itu KPK mesti menuntaskan soal ini,” jelasnya.

Upaya eNPe.com untuk konfirmasi ke Dedi Mulyadi sampai berita ini turun belum direspon. Pertanyaan yang dikirim melalui sms tidak dijawab. Begitu juga ketika media ini mencoba konfirmasi melalui mantan orang kepercayaannya Lalam Martakusumah.

“Saya cek dulu sebentar,” jelas Lalam. Beberapa saat kemudian Lalam menyatakan bahwa informasi terkait aliran dana Meikarta ke Dedi Mulyadi adalah hoax. (bay/tor/KDR).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *