KecamatanPemdaStraight News

BERAS BANTUAN PANGAN DITILEP, BERAT BERKURANG JADI HANYA 8 KG

TERJADI DI KECAMATAN MANIIS

MANIIS (newspurwakarta.com) – Beras untuk orang miskin, dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Maniis Purwakarta, ditilep oleh petugas. Bantuan yang mestinya mendapat jatah 10 Kg per KK menjadi antara 8-9 Kg ber KK.

Hasil penelusuran newspurwakarta.com selama tiga hari menemukan bukti kecurangan dalam memanipulasi jatah beras. Beras dengan karung plat hijau, dari semestinya mendapat 10 Kg menjadi hanya 8 Kg. Sementara karung dengan plat merah, dari jatah 10 Kg, warga miskin di sana hanya mendapat 9 Kg per KK.

BERAS PELAT HIJAU BERAT BERKURANG 2 KG

Terungkapnya kasus ini, menurut satu warga, setelah beras ditimbang ulang di Desa Citamiang Kecamatan Maniis. Dari hasil timbang ulang itu, menunjukan bahwa jatah beras warga berkurang 2 Kg.

Hasil penelusuran reporter media ini, proses pembagian beras ini di dampingi oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) Kecamatan Maniis. Dan beras yang berkurang 2 Kg ini dipasok oleh PB Ikah BBR dari Subang.

Sementara itu, beras yang berkarung merah dan saat ditimbang ulang berkurang 1 Kg. Saat pembagian beras ini didampingi oleh pendamping dari Program Keluarga Harapan (PKH).

Pemasok dari PB Ikah BBR, ketika dikonfirmasi soal itu membantah. “Itu bukan beras kami. Kalau beras dari kami ada logo BBRnya,” jelasnya.

Sementara itu Deni petugas pendamping dari PKH mengakui kalau ada pengurangan 1 Kg. “Ini karena harga beras naik,” jelasnya.

Menurut Deni, berkurangnya jatah beras sudah disosialisasikan kepada masyarakat. “Kami sudah jelaskan bahwa beras yang diterima nanti hanya 9 Kg,” jelas Deni. (sep/ PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *