Head LineKriminalPemda

BENCANA KEMANUSIAAN MENGANCAM PURWAKARTA, OBAT, AIR DAN GAS 3 Kg HILANG

H DIDING : INI PROBLEM KOMPETENSI

PURWAKARTA (eNPe.com) – Bencana kemanusiaan mengancam Purwakarta. Tiga kebutuhan paling mendasar masyarakat bawah hilang. Setelah obat murah hilang di BLUD RS Bayu Asih, kini giliran air dan gas 3 Kg mengalami kelangkaan akut. Menurut satu tokoh masyarakat, ini terjadi akibat Purwakarta dipimpin oleh Bupati yang tidak punya kompetensi.

Pemantauan eNPe.com krisis air tidak hanya terjadi di desa-desa. Krisis kini melanda perkotaan dan merata di hamir semua kecamatan. Sementara PDAM tidak berkutik.

GAS 3 Kg LANGKA, ANTRIAN GAS MELUAS, TERJADI DI MANA-MANA.

Di Masjid UPI misalnya, krisis air mulai terasa sejak lima hari belakangan. Mesjid di tengah kota dan hanya sejauh sepelemparan batu dengan kantor Pemkab itu krisis air. “Ini mesti ambil wudhu di mana,” keluh Anton yang hendak sholat dhuhur mengeluh.

Menurut pengelola masjid itu, krisis air disebabkan kekeringan dan air PDAM yang macet.

Di Kecamatan Cibatu juga mengalami hal yang sama. “Susah untuk mendapat air. Semua sumur kering. Untuk mendapat air mesti antri,” jelas Oji warga Cibatu.

Menurutnya, layanan PDAM tidak sampai di sana. “Makanya warga mengandalkan air dari sumur. Tapi sekarang sumur kering,” jelasnya.

EFEK KELANGKAAN AIR, WARGA MASYARAKAT ANTRI BEREBUT AIR

Warga perumahan Dian Anyar Ciseureuh Purwakarta kini mengeluhkan dua hal. Semula sejak lima hari terakhir, air PDAM hanya keluar angin. Hanya malam hari air keluar.

Krisis ini membuat warga berkeluh kesah. Masjid menjadi tumpuan utama untuk mendapatkan air. Sejumlah warga bahkan memasang selang ke masjid dan mengalirkanya ke rumah masing-masing.

Di tengah krisis air, kini gas 3 Kg ikut hilang. “Saya cari ke mana-mana habis,” jelas satu warga Dian Anyar, kebingungan.

BUPATI RAJIN PENCITRAAN

Sebelumnya, warga miskin yang memeriksakan kesehatannya ke RS Bayu Asih juga dibuat pusing. Ini akibat obat murah menghilang. Kelangkaan obat di RS Bayu Asih lebih diakibatkan tarik ulur kebijakan antara Direksi RS Bayu Asih dengan Bupati.

Bupati ingin RS Bayu Asih jangan utang ke bank untuk menutup krisis keuangan. Akibatnya, obat langka akibat Direksi tidak mampu membayar suplier obat.

Menurut H Diding, satu tokoh berpengaruh di Purwakarta, kelangkaan obat lebih disebabkan soal kompetensi. “Ini kalau pemimpinnya tidak cukup punya kompetensi yang tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KMP Zaenal Abidin menegaskan agar Bupati fokus selesaikan persoalan pelik yang melanda Purwakarta. “Obat, gas dan air itu adalah hak dasar masyarakat. Mestinya Bupati tahu mana prioritas yang mesti segera diselesaikan,” jelas Zaenal.

Ia menyayangkan sikap Bupati yang memgabaikan persoalan hajat hidup orang banyak. “Ini warga lagi pada susah, Bupatinya malah mengerjakan hal yang remeh temeh. Meresmikan gentong di kantor Pemkab untuk air minum. Ini apaan seh maksudnya?” Jelas ZA.

Ia sangat menyayangkan sikap Bupati yang meremehkan problem hidup masyarakat yang paling mendasar. “Kalau PDAM tidak mampu menyediakan air buat masyarakat. Direktur Utamanya ganti saja. Kenapa mesti dipertahankan, sementara krisis air semakin meluas, PDAM tidak mampu berbuat apa-apa,” jelas Zaenal.(nur/bay/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *