BisnisHead LinePemda

BELUM SELESAI DIBANGUN, SDN 2 CILEUNCA BOJONG AMBRUK

KASUS INI DIDUGA AKIBAT DANA PROYEK BANYAK DIPOTONG

BOJONG (eNPe.com) – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Cileunca di Kecamatan Bojong runtuh. Tim Tipikor langsung turun ke lokasi kejadian. Menurut satu pejabat di Dinas Pendidikan, bangunan yang runtuh itu akibat diterjang angin kencang.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Pemkab Purwakarta Rudi Hermawan menjelaskan hal itu kepada eNPe.com hari ini (17/9) melalui sambungan telpon. “Jadi kejadiannya kemarin. Ruang kelas yang lagi direhab itu diterjang angin dan roboh,” jelas Rudi.

ASEP BURHANA, KETUA DPC PROJO PURWAKARTA

Menurutnya, ruangan itu belum selesai di rehab. Dana pembangunan itu berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 500 juta. “Program ini baru pencairan tahap pertama sebesar Rp 125 juta,” jelas Rudi.

Ia menambahkan bahwa pembangunan rehab itu diswakelolakan pihak sekolah setempat. “Jadi ada panitia yang dibentuk sekolah dan kemudian menunjuk ahli untuk mengerjakan proyek itu,” jelasnya.

Menurut Rudi, kebijakan swakelola itu dari Kementerian. “Termasuk uangnya langsung masuk dari pusat ke rekening sekolah,” jelas Rudi.

MAU BERTANGGUNG JAWAB

Kemarin siang, sekitar pukul 12.00, satu ruang kelas di SDN 2 Cileunca ambruk. Kejadian itu sempat mengagetkan para siswa. Bangunan yang baru dibangun itu roboh sempurna.

Menurut Rudi, pihak sekolah mau bertanggung jawab dan siap mengganti semua kerugian yang ada sampai berdiri utuh. “Kalau tidak mereka perbaiki, maka pencairan tahap kedua akan kami tahan,” jelas Rudi.

Ketika ditanya, kenapa proyek nilainya diatas Rp 200 juta tidak ditenderkan? Rudi menjelakan,” Itu sudah kebijakan pusat. Di seluruh Indonesia, swakelola dibolehkan,” jelas Rudi.

Sementara itu Ketua Projo Purwakarta Asep Burhana menegaskan bahwa runtuhnya bangunan baru seperti yang terjadi di SDN 2 Cileunca ini bisa diduga akibat terlalu banyak potongan. “Kedua, Dinas mestinya mengontrol saat proses penunjukan pemborongnya. Apa punya kompetensi atau tidak. Ini Dinas Pendidikan seperti enggan mengawasi. Ini yang kita sayangkan,” jelas Asep.

Untuk itu, pihaknya meminta agar Tim Tipikor mengungkap tuntas dugaan potongan proyek ini. “Aliran uangnya patut diduga bisa ke mana-mana, termasuk ke Dinas. Jadi jangan pada cuci tangan, kalau sudah ada kejadian konyol seperti ini,” jelas Asep.

Rudi mengaku siap mengikuti prosedur pemeriksaan oleh pihak kepolisian. “Kita seh akan ikut saja proses pemeriksaan oleh pihak Tipikor,” jelas Rudi.(bay/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *